oleh

Pariwisata Halal Mampu Dongkrak Perkembangan Ekonomi

-Opini-375 views

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis pantai terpanjang nomor 2 (dua) didunia dengan panjang 99.093 km. Hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki pantai yang sangat indah. Saat ini pemerintah Indonesia menerapkan sistem pariwisata halal dibeberapa tempat khususnya diwilayah pantai, seperti Gili Trawangan, Kabupaten Berau, Banten dan Banyuwangi. Sistem pariwisata halal diterapakan mengingat jumlah umat muslim di dunia sangatlah banyak terutama di Indonesia dan hal ini memiliki pengaruh yang besar bagi perkembangan pariwisata halal terutama di wilayah pantai.

BACA JUGA:  Membangun Semangat Pemuda untuk Masa Depan

Pariwisata halal memiliki daya tarik yang tinggi bagi wisatawan domestic maupun wisatawan mancanegara khususnya wisatawan muslim. Hal ini terjadi karena wisatawan muslim tidak lagi khawatir akan makanan yang nantinya akan dikonsumi, tempat ibadah dan tempat yang akan ditinggali nantinya. Keadaan ini sangat berdampai baik bagi perkembangan ekonomi bagi rakyat sekiat dan tentunya bagi Indonesia Karena secara tidak langsung membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat diseklitar tempat wisata tersebut. Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung maka akanberdampak bagi permintaan terhadapo barang-barang meningkat.

Bank Indonesia (BI) juga menilai bahwa peran pariwisata halal di Indonesia sangat strategis. Sebab, pariwisata halal mmaspu mendukung pengembangan ekonomi Indonesia, kuhususnya ekonomi syari’ah. BI pun menilai peningkatan sektor pariwisata menjadi kunci penguatan ekonomi di Indonesia. Penilaian tersebut disampaikan Executive Director Bank Indonesia, Wiwiek Sisto Widayat dalam konfrensi Internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA:  Berkenalan dengan Akuntansi Ternyata Menyenangkan

Berdasarkan riset yang dilakukan Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) pada tahun 2018, Indonesia menduduki peringkat ke-2 sebaai tujuan wisata halal yang paling banyak diminati. CEO CreacentRating dan Halal Trip, Fazal Bahardeen juga memproyeksikan jika pariwisata halal nilainya akan mencapai US$220 miliar pada tahun 2020. Pasar tersebut dipredeiksi terus tumbuh terutama dikawasan Asia yang nilainya akan mencapai US$300 miliar pada 2026.

BACA JUGA:  Agar Persahabatan Tak Lekang oleh Waktu

Saat ini wisatawan pariwisata halal mengalami kenaikan sebanyak 30% dari tahun 2017. Mayoritas wisatawan mancanegara berasal dari Malaysia, Australia dan Singapura. Sedangkan untuk wisatawan domestik, yaitu hampir dari seluruh penjuru Indonesia.

Thalbiyatul Ababillah Hasan
Mahasiwi STEI SEBI

Komentar

Berita lainnya