oleh

Kenapa Bank Syariah Lebih Diminati di Eropa Ketimbang di Indonesia?

-Opini-1.200 views

Indonesia adalah Negara dengan mayoritas penduduk beragama islam, tetapi di Negara ini system perekonomian dan perbankannya masih saja menggunakan system konvensional, yang padahal kemungkinan besar negara ini akan menjadi Negara maju apabila mereka menggunakan system ekonomi syariah sepenuhnya pada system perkonomiannya. Namun sangat disayangkan, dinegara ini nyatanya ekonomi syariah khususnya perbankan syariah masih saja sulit berkembang, mengapa demikian?

Padahal dalam system pendidikan pun, Indonesia telah menyediakan fakultas-fakultas yang menangani system ekonomi syariah, terutama prodi perbankan syariah, yang diharapkan dengan dibukanya jurusan ini akan ada lulusan-lulusan yang akan menjadi pelopor bangkit dan menjamurnya system ekonomi syariah tetapi yang terjadi malah sebaliknya, mereka hanya mempelajarinya tanpa ingin memajukan perbankan syariah. Jadi mungkin masih wajar di era modern ini bank syariah masih saja kalah dengan bank konven di Indonesia.

Dari sana kita bisa mengambil kesimpulan, Bagaimana masyarakat bisa tertarik apabila anak ekonomi syariahpun masih menggunakan bank umum.

BACA JUGA:  Akhwat atau Cewek ?

“system syariah ribet neng, fasilitasnya kurang, toh sama saja dengan bank umum kan? Lagian bank umum bunganya besar, Si X aja lulusan prodi perbankan syariah masih menggunakan system konven di kesehariannya yang padahal sudah mengerti bagaimana system itu, apalagi saya yangn masih awam dengan bank, saya mah cari yang gak ribet aja neng” jelas kartini salah seorang ibu tetangga saya saat ditanyai pendapat mengenai system syariah, dalam sebuah survey kecil-kecilan untuk mengetahui respon terhadap bank syariah.

Tetapi kenapa di Inggris, Negara yang notabenenya sekuler perekonomiannya menggunakan system syariah, di Negara ini perkembangan industry syariah sangat subur. Karena masyarakat disana telah paham betul dengan system syariah yang padahal Negara ini bukan Negara yang masyarakatnya muslim, tetapi masyarakat disana memilih keuangan syariah. Hal ini pun memicu ketertarikan Negara lain terhadap konsep ekonomi islam seperti jerman, perancis, italia dan lainnya.

BACA JUGA:  Lihat dan Peduli Teman Depresi di Sampingmu

Negara-negara ini menggunakan system syariah karena telah merasakan manfaat dari menggunakan system syariah, mereka tidak terlalu mementingkan tentang haram atau tidaknya, serta tidak peduli penggunaan sistem bunga atau riba dalam islam, mereka hanya menilai system perbankan syariah lebih menguntungkan. Inilah yang menjadi alasan mengapa bank syariah lebih pesat perkembangaknnya Disana, pertama situasi ekonomi makin membaik di eropa.

Kedua, pertumbuhan demografi masyarakat yang memilih keuangan syariah. Ketiga meningkatnya minat baik pemerintah, pelaku bisnis maupun masyarakat untuk mencari solusi keuangan alternative eropa. keempat, fasilitas mudah serta aturan yang memberikan keluasan bagi industry keuangan syariah. Kelima, penarikan dana besar kembali dari pasar Negara berkembang. Terakhir, meningkatnya hubuungan antara eropa dengan Negara-negara pelaku ekonomi syariah serta meningkatnya nilai produsen makana Eropa untuk masuk pasar halal dunia.

Ini jauh berbeda dibandinngkan dengan di Indonesia, Dalam salah satu situs dijelaskan tentang mengapa di Indonesia perbankan syariah masih sulit berkembang yang padahal di Negara maju non-islam sudah menjadi pilihan, disitu di sebutkan oleh Direktur perbankan syariah, OJK, Dhani Gunawan Idhat mengatakan, “persoalan pertama adalah yang dihadapi dan berdampak terhadap pengembangan syariah di Indonesia yaitu, belum selarasnya visi dan kurangnya koordinasi antar pemerintah dalam mengembangkan perbangkan syariah. Kedua, produk tidak variatif dan pelayanan belum sesuai ekspetasi masyarakat, Fitur bank syariah belum selengkap bank konven. Ketiga, tentang masih banyaknya perbankan syariah yang belum memiliki modal memadai yang akibatnnya kesulitan untuk membuka unit-unit, dan kantor cabang syariah, pengembangan infrastuktur, dan pengembangan segmen layanan, Ojk mencatat dari 12 bank umum syariah (BUS) terdapat 10 BUS memiliki modal inti kurang dari 2 triliyun, dan belum ada BUS bermodal inti melebihi 5 Triliyun, kapasitasnya kecil, sehingga jangan harap dengan modal kecil bisa menjadi pemain besar,” tutur Dhani sepeti dikutip detik.com (24/1).

BACA JUGA:  Lihat dan Peduli Teman Depresi di Sampingmu

Ditulis oleh : Uswatun Hasanah (mahasiswi STEI SEBI)

Komentar

Berita lainnya