oleh

Bencana Setiap Saat, Tanda Kita Harus Bertaubat

-Oase, Opini-757 views
Ilustrasi. (Istimewa)

Oleh : Dian Salindri, Ibu Rumah Tangga, Tinggal di Meruyung, Depok

“Apabila kekuasaan dianggap keuntungan, amanat dianggap ghanimah (rampasan), membayar zakat dianggap merugikan, beiajar bukan karena agama (untuk meraih tujuan duniawi semata), suami tunduk pada istrinya, durhaka terhadap ibu, menaati kawan yang menyimpang dari kebenaran, membenci ayah, bersuara keras (menjerit-jerit) di masjid, orang fasik menjadi pemimpin suatu bangsa, pemimpin diangkat dari golongan yang rendah akhlaknya, orang dihormati karena takut pada kejahatannya, para biduan dan musik (hiburan berbau maksiat) banyak digemari, minum keras/narkoba semakin meluas, umat akhir zaman ini sewenang-wenang mengutuk generasi pertama kaum Muslimin (termasuk para sahabat Nabi SAW, tabi’in dan para imam muktabar). Maka hendaklah mereka waspada karena pada saat itu akan terjadi hawa panas, gempa, longsor dan kemusnahan. Kemudian diikuti oleh tanda-tanda (kiamat) yang lain seperti untaian permata yang berjatuhan karena terputus talinya (semua tanda kiamat terjadi).” (HR. Tirmidzi)

Hadits ini terpisah jaraknya ratusan tahun dari zaman ini, yang mengisahkan keadaan akhir zaman, sebagian besar yang dikabarkan dalan hadits tersebut sudah banyak yang terealisasi. Perlu kita ketahui, di balik itu ada tiga hal utama penyebab terjadinya bencana. Pertama, ini memang merupakan sunatullah, sudah takdir dan pasti akan terjadi. Sesuai firman Allah SWT, “Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid 57: 22)

Kedua, ini adalah ujian bagi orang yang beriman, agar semakin kuat dan teguh keimanannya. Sebagaimana firman Allah, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan: Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?”( Al-Ankabut 29: 2)

BACA JUGA:  Membangun Semangat Pemuda untuk Masa Depan

Ketiga, ini adalah azab yang Allah timpakan kepada kita. Karena banyaknya Maksiat yang merajalela, pemimpin yang tidak lagi amanah, orang kaya yang tidak menyayangi orang miskin, Orang-orang terlena dengan gemerlap dunia. Maka ingatlah firman Allah, “Jika Kami menghendaki menghancurkan suatu negeri, Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah (berkedudukan untuk taat kepada Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri tersebut, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (Al-Isra’ 17: 16).

BACA JUGA:  Berkenalan dengan Akuntansi Ternyata Menyenangkan

Sekarang ini banyak terjadi bencana alam yang seakan tidak ada habisnya di Indonesia, datang silih berganti dan tidak tebang pilih. Setelah gempa dahsyat di Lombok, ada peristiwa tsunami di Palu dan Donggala, kemudian disusul tsunami di Selat Sunda, erupsi gunung anak krakatau dan terakhir tanah longsor di Sukabumi. Memang secara ilmiah, letak geografis Indonesia yang berada dalam ‘ring of fire’ yang memungkinkan seringnya terjadi gempa dan Tsunami. Tapi bukankah segala sesuatu yang terjadi dimuka bumi ini adalah atas izin Allah.

Jika merujuk pada azab Allah, bisa kita lihat bagaimana bobroknya iman bangsa ini. Umat sudah tidak peduli lagi dengan syariat. Hukum Islam sudah tidak lagi menjadi pedoman, pemerintah sudah abai kepada rakyatnya. Maksiat sudah menjadi makanan sehari-hari, kapitalis menjadi paham yang dianut, demokrasi pun dijunjung tinggi.

BACA JUGA:  Membangun Semangat Pemuda untuk Masa Depan

Maka sudah sepantasnya kita introspeksi diri, sudah saatnya kita bertaubat memohon ampun atas dosa-dosa kita, saatnya kita menutup pintu-pintu maksiat dengan jalan saling mengingatkan, dalam jalan dakwah dan saatnya kita saling merangkul demi bangkitnya pemerintahan yang Islami, berjuang bersama untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang amanah yang menjadikan Al-Qur’an dan hadist sebagai dasar negara, agar Allah menyelamatkan negeri ini.

Allah SWT berfirman, “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”.(Al-A’raaf 7: 96)

Jangan tunda lagi, bersegeralah kita untuk bertaubat agar Allah tidak lagi menimpakan azab, agar Allah melimpahkan rahmat-Nya, agar negeri ini selamat dan menjadi negeri yang berkah bagi generasi penerus.[]

Komentar

Berita lainnya