oleh

Dakwah Itu Tanda Cinta

-Oase-1.011 views

Oleh: Dian Salindri, Ibu Rumah Tangga Tinggal di Meruyung, Depok

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan hubungan manusia dengan manusia lainnya. Setiap individu memiliki andil yang tak terpisahkan dalam bermasyarakat. Setiap yang kita lakukan selain memiliki kaidah sebab-akibat juga ada kaidah tanggung jawab yang besar nilainya berhubungan dengan peran kita sebagai umat terbaik.

Seperti firman Allah:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 110)

Jelas dalam ayat tersebut jika ingin tergolong umat terbaik haruslah beramar ma’ruf nahi munkar (menyeru pada kebaikan dan mencegah keburukan).

Tentu saja beramar makruf hukumnya wajib bagi setiap Muslim. Karena tidak cukup bagi kita hanya dengan mengelus dada atau mengeluarkan air mata menyaksikan kemungkaran terjadi di depan mata. Sebab, bagaimana kita nanti akan berdiri tegak saat berhadapan dengan Allah dan ditanya tentang sikap diam kita ketika hukum-hukum Allah tidak ditegakan.

Maka jalan dakwah adalah pilihan untuk mensyiarkan syariat Islam sehingga menanamkan pemahaman kepada umat yang belum tersentuh dakwah agar segera menunaikan kewajibannya menegakan syariat Islam secara menyeluruh. Dan Islam sebagai rahmatan lil alamin bisa dirasakan oleh setiap manusia.

Dari kewajiban mencegah kemunkaran dan mengajak kebaikan, tidak bisa dipisahkan dengan kewajiban menuntut ilmu, sesuai dengan sabda Rasulullah , “Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.”( HR. Ibnu Majah)

Karena dengan ilmu kita bisa tahu hukum-hukum Islam. Mana yang wajib mana yang haram, yang sunnah dan yang mubah serta sesuatu yang makruh. Sehingga kita bisa mengajak orang lain berada dalam koridor yang benar.

Tak perlu takut menyampaikan kebenaran, karena Allah akan mengganjarkan kita dengan kebaikan-kebaikan. Walaupun yang kita sampaikan atau yang kita kuasai hanya sebatas satu ayat saja. Bukankah Rasulullah menyampaikan, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” ( HR. Bukhari )

Dengan seiring waktu kita juga harus tetap mengasah diri, memotivasi dan terus menambah ilmu sehingga lebih banyak lagi kebaikan-kebaikan yang bisa kita sampaikan.

Selain itu, sejatinya dakwah adalah tanda cinta. Cinta kepada saudara-saudaranya, ingin mendapatkan ridha Allah tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk orang-orang yang kita cintai. Meraih surga bersama-sama. “Berdakwahlah sebagai wujud rasa cinta kita kepada insan ciptaan Allah.” []

Komentar

Berita lainnya