oleh

Cegah Kejahatan Seksual Remaja di Media Sosial dengan Personal Safety

-Opini-291 views
Ilustrasi.(Istimewa)


Oleh: Tahira Fulazzaky (FKM UI)

Dalam beberapa tahun belakangan ini, masyarakat Indonesia sedang marak memperbincangkan kasus kejahatan seksual di sosial media yang menyerang anak dan remaja. Salah satu modus kejahatan seksual yang menyerang anak dan remaja dilansir dari Tirto.id, ditemukan kelompok pedofilia bernama Official Loly Candy’s Group 18+ di Facebook yang sudah beraggotakan ribuan pedofilia. Para pedofilia ini saling berbagi konten yang bermuatan pelecehan dan pencabulan anak. Hal yang lebih miris, grup tersebut telah tergabung dengan sebelas grup lain yang terlibat kejahatan terhadap anak di beberapa negara. Modus operasi kejahatan lainnya dilakukan dengan melakukan transaksi online melalui web berbayar. Di dalam web berbayar ini, konsumen seks anak online mendatarkan diri menjadi anggota dan melakukan transaksi dengan anak-anak yang telah dijual melalui website. Bentuk operasi kejahatan yang menyerang anak disisipkan melalui laman web online yang berbentuk iklan, dimana di laman tersebut telah disisipkan iklan yang menggiring anak-anak memasukkan data identitas diri mereka, data tersebut kemudian disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dalam laporan situs KPAI, Indonesia menjadi salah satu negara incaran warga negara asing yang mencari kepuasan seksual dari anak-anak. Target usia anak yang diincar adalah 4-8 tahun dan remaja usia 9-15 tahun. Menurut laporan NCMEC (National Center of Missing & Exploited Children) yang datanya dirilis oleh Bareskim Polri, sampai bulan Maret 2016 terdapat 96.824 IP (Internet Protocol) di Indonesia yang melakukan pengunduhan dan penggungahan konten pornografi anak melalui media sosial, sedangkan tahun 2015 sebanyak 299.062 IP.

Orang tua perlu mengetahui beberapa platform dan aplikasi sosial media yang sedang menjadi trend di kalangan remaja . Dilansir dari Kompas Tekno dari We Are Social (1/3/2018) platform yang paling bayak digunakan oleh remaja Indonesia yakni adalah YouTube , Facebook, WhatsApp , Instagram dan Line. Tidak hanya sebatas tahu orang tua perlu membekali anak dan remaja mereka dengan personal safety yang baik dalam menggunakan sosial media guna menghindahi modus-modus kejahatan baik itu secara seksual maupun pencurian data di sosial media.

BACA JUGA:  Surat Cinta kepada Pelajar Indonesia

Berikut ini beberapa tips mengenai personal safety yang dapat diberikan kepada anak anda agar terhindar dari kejahatan seksual di sosial media:

Beri pengertian kepada anak anda bahwa apa yang mereka posting di sosial media dapat terlihat oleh semua orang dan sesuatu yang telah di posting di sosial media akan meninggalkan rekam jejak selamanya. Di era teknologi yang semakin canggih segala sesuatu dengan cepat dapat disebarluaskan, dengan adanya fitur screenshoot gambar maupun tulisan apapun mudah sekali untuk tersebar. Oleh karena itu beri pengertian pada remaja anda untuk bersikap bijak dalam menggunakan sosial media karena apa yang kita posting akan terlihat oleh semua orang, dan orang akan memberikan penilaian kepada diri kita.

BACA JUGA:  Surat Cinta kepada Pelajar Indonesia

Bila anak anda memiliki masalah, bicarakan secara terbuka kepada anda, sahabat mereka ataupun orang yang mereka percayai di dunia nyata. Beri pengertian untuk tidak menunjukkan sisi rapuh kepada anak anda di sosial media , karena biasanya para pelaku modus kejahatan seksual akan mengincar remaja yang rapuh dan labil. Hal ini dapat membuat permasalahan lebih buruk.

Berhati-hati dalam memberikan informasi pribadi di sosial media. Baik itu melalui laman online , maupun orang yang meminta informasi kepada remaja anda. Ajari anak anda untuk memiliki sikap kritis terhadap berbagai hal, dan tidak mudah untuk terbujuk oleh orang lain. Beritahukan pada remaja anda untuk tidak memberikan informasi pribadi seperti password , nomor rekening dan alamat rumah kepada orang lain di media sosial.

BACA JUGA:  Surat Cinta kepada Pelajar Indonesia

Beri tahukan kepada anak anda untuk berani menolak, apabila ditemukan indikasi pelaku pelecehan seksual, seperti meminta foto vulgar anak anda. Anak anda tidak harus merespon orang-orang seperti itu. Beri pengertian apabila anak anda memberikan foto vulgar dapat membuat mereka terjebak dalam masalah besar dan memungkinkan timbul resiko buruk lainnya.

Personal safety ini penting untuk dibekali kepada anak remaja anda dalam bermain sosial media, tidak luput dari itu hal yang paling penting perlu ditanamkan kepada remaja anda yakni sikap kritis. Kritis terhadap berbagai informasi yang mereka dapatkan dan memiliki kemampuan untuk memfilter informasi yang didapat. Bersikap bijak juga perlu ditanamkan, tidak perlu menunggu menjadi tua untuk bijak selagi lebih banyak manfaat yang bisa diberikan.

Referensi:
https://tirto.id/pedofilia-sisi-gelap-media-sosial-ckVg
http://bankdata.kpai.go.id/tabulasi-data/data-kasus-dari-media-online/data-kasus-anak-pemantauan-media-online-2016
http://m.metrotvnews.com/foto/grafis/VNn6pBaN-kejahatan-seksual-terhadap-anak-di-media-sosial
https://tekno.kompas.com/read/2018/03/01/10340027/riset-ungkap-pola-pemakaian-medsos-orang-indonesia
https://www.rainn.org/safe-media
https://www.plannedparenthood.org/learn/parents/high-school/what-should-i-teach-my-high-school-aged-teen-about-personal-safe

Komentar

Berita lainnya