oleh

Taufiek Bawazier: 80% Bahan Baku Plastik di Indonesia Masih Impor

DEPOK – Sebanyak 80% bahan baku plastik di Indonesia masih impor sisanya menggunakan bahan baku bio yang sekarang sedang dikembangkan. Semakin tinggi konsumsi plastik perkapita, maka semakin tinggi nilai ekonominya. dengan industrinya, infrastrukturnya, dan logistiknya. Konvergensinya menjadi murah dan terjangkau.

Taufiek Bawazier, Direktur Industri Kimia hilir Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, mengatakan bahwa 80% bahan baku plastik di Indonesia masih impor sisanya menggunakan bahan baku bio. Sangat berharap dengan adanya penemuan bioplastik supaya ramah lingkungan, dan menjadi substitusi. Hari Rabu, 13 November 2018 dalam acara Seminar Nasional Teknik Grafika Penerbitan 2018 di Politeknik Negeri Jakarta, Depok.

BACA JUGA:  Inovasi CePAD, Alat Tes Covid-19 yang Lebih Akurat dari Unpad

Menurutnya, semakin tinggi konsumsi plastik perkapita, maka semakin tinggi nilai ekonominya. Seperti Eropa, dan Singapura. Untuk impor bahan baku plastik, dikenakan tarif dan sampai saat ini disubsidikan oleh pemerintah. Bila penggunanan bahan baku konvensional sudah berkurang, otomatis nanti akan beralih kepada penggunaan bahan baku bio dan itu akan lebih efisien dan ramah lingkungan, serta tidak mengurangi kualitas dari produk itu sendiri.

BACA JUGA:  Gandeng Google, Amar Bank Perkenalkan Senyumku

“Kenapa kita kalah bersaing dengan negara-negara maju, seperti jepang, cina, korea. Karena mereka sudah selesai dengan industrinya, infrastrukturnya, dan logistiknya. Konvergensinya menjadi murah dan terjangkau, seperti listrik, air, jalan, infrastruktur lainya,” jelas Bawazier.

Dia juga menambahkan karena Indonsia punya karakteristik pasar yang besar, maka bisa mendapatkan profit, disitulah keunggulan yan dimiliki.

BACA JUGA:  Memudarnya Supremasi Barat Ditengah Kebangkitan Asia Pusat Studi Kemanusiaan dan Pembangunan

“Plastik digunakan di indutri kemasan makanan dan minuman, tidak hanya itu penggunaan terbesar juga berasal dari indutri bangunan, yaitu plastik yang dihilangkan keplastikannya. Plastik biasanya lebih lentur, tetapi ini plastik dihilangkan keleturannya sehingga menjadi keras. Itu sangat berguna bagi bangunan-bangunan,” tandasnya. (Akhmad Mundzirul Awwal)

Komentar

Berita lainnya