oleh

Pemerintah Blokir Situs Resmi HTI

Massa Hizbut Tahrir saat demonstrasi. (Istimewa)

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir laman resmi organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Langkah itu sebagai tindak lanjut pencabutan badan hukum HTI oleh Kementerian Hukum dan HAM.

“Penutupan resminya sejak Sabtu (22/7). Jumat (21/7) diproses, Sabtu diblokir,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (23/7).

BACA JUGA:  Industri DPLK Tembus Aset Rp. 100 Trilyun, Menuju Pensiun Digital Untuk Pekerja

Ditempat terpisah, Juru Bicara HTI Ismail Yusanto mengatakan bahwa laman resmi organisasinya yang kini tidak dapat diakses bukan akibat diblokir Kemenkominfo. Menurut Ismail, pihaknya sengaja menutup situs resmi HTI.

“Sejak setelah pencabutan status badan hukum juga sudah kami tutup (situs resmi HTI),” kata Ismail dalam sebuah diskusi ‘Perppu Ormas untuk Semua’ di kawasan Cikini, hari ini.

BACA JUGA:  Dompet Dhuafa Luncurkan Program Beasiswa 1.000 Santri Indonesia

Dengan menggunakan VPN, DepokPos mencoba menelusuri situs resmi HTI pada alamat https://hizbut-tahrir.or.id, namun laman tersebut memang sudah ditutup. Terdapat tulisan dalam bahasa Inggris bertuliskan ‘We Are Closed’ dalam bingkai hitam.

 

Sebelumnya, HTI dibubarkan sesuai dengan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor AHU -30.AHA.01.08.2017 tentang pencabutan keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor AHU-00282.60.10.2014 tentang pengesahan pendirian perkumpulan HTI.

BACA JUGA:  Guru Besar UI: Puskesmas Miliki Peran Krusial Penanganan Covid-19

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pun mempersilakan HTI untuk menempuh jalur hukum bila berkeberatan dengan pencabutan badan hukum yang telah diputuskan pada, Rabu (19/7). []

Komentar

Berita lainnya