oleh

Pesan 4 November, Ulama: Jadikan Doa Senjatanya Kaum Muslimin

JAKARTA – Bicara Media Sosial atau Medsos, Ketua Umum Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) KH. Ahmad Satori mengakui, dahsyatnya pengaruh medsos. Fungsi media sosial bisa bermanfaat jika digunakan untuk hal-hal yang positif, termasuk dalam berdakwah, menyampaikan pesan-pesan moral, motivasi dan  agama.

“Tapi medsos juga bisa menjadi tidak bermanfaat, jika digunakan untuk hal-hal yang negatif. Jadi, tergantung siapa yang menggunakan dan untuk kepentingan apa.”

BACA JUGA:  Tak Bisa Hadir di Munas, Ini Pesan Din Syamsuddin untuk MUI

Demikian dikatakan Prof. Dr. KH. Ahmad Satori Ismail, Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI) saat menerima Forum Jurnalis Muslim (Forjim) di Kantor IKADI, Jalan Bambu Jakarta Timur, belum lama ini (2/10) .

Ketika ditanya, apakah lewat medsos, umat Islam boleh menjelek-jelekkan Ahok, terlebih jelang Pilkada? KH. Ahmad Satori menjawab, “Ahok itu memang sudah jelek. Perangainya kasar. Wajar jika umat Islam  marah ketika mendengar ucapan Ahok menistakan Al Qur’an dan ulama. Dalam hukum Islam, seseorang yang menghina Al Qur’an dan Nabi, hukumannya  dibunuh atau hukuman mati.”

BACA JUGA:  Kompetisi MOFP 2020 Cetak Desainer Fesyen Muslim Berbakat

Menyinggung soal Aksi Bela Islam tanggal 4 November besok, KH. Ahmad Satori mengajak umat Islam untuk menggunakan senjata lain, selain berorasi untuk menyampaikan pendapatnya. Senjatanya adalah dengan doa. Karena doa itu senjatanya kaum muslimin dan mukminin.

“Bangunlah di keheningan malam dengan tahajud, agar Allah menolong orang-orang yang beriman mengalahkan orang-orang kafir,” pesan KH. Ahmad Satori mengajak.

BACA JUGA:  LIPI Kembali Gelar Lomba Karya Ilmiah Remaja

Terpenting, dalam melakukan aksi bela Islam 4 November, ungkapnya, dilakukan dengan cara yang damai, tidak anarkis. Biarlah proses hukum terus berjalan. Jika usaha telah dilakukan, serahkan segala urusan pada Allah. (desastian)

Komentar

Berita lainnya