oleh

Perkuat Kemaritiman, Delegasi ITS Temui Presiden Jokowi

DEPOKPOS – Delegasi alumni ITS berkunjung ke Istana Merdeka menemui Presiden Joko Widodo, Selasa (1/11),. Dalam kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Pengurus Pusat Ikatan Alumni (PP IKA) ITS, Dr Ir Dwi Soetjipto, ITS menyampaikan masukan kepada Presiden mengenai Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Sebagai kampus maritim, ITS menjalankan perannya untuk berkontribusi dalam pembangunan Negara. Termasuk yang dilakukan oleh alumni ITS yang berkontribusi dalam bidang kelautan. Sebelumnya para alumni telah melakukan kajian yang hasilnya disampaikan dalam acara audiensi Presiden RI dengan IKA ITS.

Salah satu hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi kelautan perlu dikembangkan lebih kreatif dan inovatif. Bidang energi laut menjadi salah satu pilihan yang bisa digunakan untuk mewujudkan kemampuan industri yang kuat dalam bidang rantai pasok energi arus, gelombang dan panas laut.

BACA JUGA:  Kompetisi MOFP 2020 Cetak Desainer Fesyen Muslim Berbakat

Ada juga Industri perkapalan, perikanan, transportasi laut, wisata bahari, dan migas laut. Keempatnya menjadi bidang yang harus diperkuat oleh Indonesia sebagai Negara Maritim.

“UUD 1945 telah menegaskan Indonesia sebagai negara kepulauan, demikian juga penegasan oleh Deklarasi Juanda. Dengan luas wilayah laut mencapai 70 persen. Strategi negara maritim perlu diperkuat dan diimplementasikan dengan baik,” ujar Dwi yang juga merupakan Direktur Utama PT Pertamina (persero). Menurutnya industri maritim sangat potensial mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pemerataan pembangunan.

BACA JUGA:  MUI Gelar Rangkaian Kegiatan Jelang Munas

Senada dengan Dwi, Ir H Satya Widya Yudha M Sc, Ketua Dewan Pakar IKA ITS, menambahkan bahwa keahlian di bidang laut dalam dan perkapalan telah dikembangkan. Di Surabaya telah ada ITS dan PT PAL, yang memberikan dukungan pada kemampuan industri dalam negeri di bidang kelautan.

“Dengan demikian ketergantungan impor kapal dan teknologi kelautan dapat dikurangi dan Indonesia bisa semakin mandiri. ITS dan Alumni ITS siap mendukung Presiden ke arah kebijakan ini,” ujar Satya yang juga merupakan wakil ketua komisi VII DPR RI bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.

BACA JUGA:  Milad Muhammadiyah : Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi Covid 19

Dalam kunjungan itu hadir pula Guru Besar Teknologi Kelautan, Prof Ir Mukhtasor MEng PhD. Dirinya meminta pemerintah bisa membagi dan menetapkan kampus sesuai keunggulan dan kompetensi masing-masing.

“Hal semacam ini harus dibina supaya keunggulan tersebut semakin besar kontribusinya bagi Indonesia. ITS dan Alumni ITS banyak mendalami dunia maritim, maka kita siap mendukung pemerintah memajukan industri maritim Indonesia,” pungkasnya.

Editor: San

Komentar

Berita lainnya