oleh

Walikota Depok Luncurkan Kampung Pembauran

Pemakain Selempang oleh Walikota Depok Kepada Abang Arkhi dan Mpok Jovita sebagai Duta Pembauran. (Dok. Humas Depok)
Pemakaian Selempang oleh Walikota Depok Kepada Abang Arkhi dan Mpok Jovita sebagai Duta Pembauran. (Dok. Humas Depok)

DEPOK – Walikota Depok Mohammad Idris, secara resmi meluncurkan Kampung Pembauran, Jum’at siang (28/10/2016) di Lapangan Komplek DEPPEN RRI, Cisalak. Terdapat dua lokasi kampung pembauran yakni RW 02 Kelurahan Cisalak dan RT 05/RW 08 Kelurahan Limo.

Kampung pembauran adalah kampanye sosial, sebuah pesan bagi bangsa Indonesia, bahwa Kota Depok sebagai bagian dari Indonesia yang siap menjadi pioner pengembangan semangat kehidupan yang majemuk menjadi sebuah masyarakat yang multikultur.

Idris mengatakan launching Kampung Pembauran ini sebagai sebuah bukti bahwa masyarakat Depok adalah masyarakat yang toleran.

“Ini merupakan salah satu hal yang membanggakan, karena ini merupakan pertama kalinya di Indonesia. Saya sangat bangga, ada beberapa potensi lokal yang bisa dikembangkan, untuk satu Depok untuk Indonesia satu,” ujar Idris.

BACA JUGA:  MTQ Depok 2020 Digelar di Beji 25-27 November

Dirinya juga menyampaikan, Pemerintah Kota Depok telah menyelesaikan City Branding Kota Depok dimana mengangkat Depok a Friendly City dengan harapan Depok yang memiliki beragam potensi lokal berorientasi menjadi kota yang dapat berbagi dan berkolabolasi.

Kepala Kesbangpol Dadang Wihana dalam dalam saran pers Humas Depok menyampaikan Kampung Pembauran di Cisalak mewakili wilayah barat dan Kampung Pembauran di Limo mewakili wilayah timur.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Rekomendasikan UMK 2021 Naik 3,27 Persen

“Masing-masing kampung pembauran tersebut punya karakrakteristik yang berbeda,” jelasnya.

Kampung Pembauran di RW 02 Kelurahan Cisalak mewakili tipikal pemukiman yang cenderung urban, memiliki tata ruang yang plural, memiliki keanekaragaman etnis yang tinggi, dekat dengan kawasan industri, hubungan sosial relatif baik, memiliki tiga tipikel masyarakat (pinggir jalan, pinggir kali, dan perumahan), belum memiliki produk lokal serta di lokasi ini terdapat bangunan gereja yang bersebelahan dengan mushola.

Sementara Kampung Pembauran yang berada di RT 05/RW 08 Kelurahan Limo memiliki tipe pemukiman yang cenderung rural, relatif di dalam (bukan dijalur jalan raya), memiliki satu tipikal masyarakat yang dominan (Tionghoa), hubungan sosial sangat baik serta terdapat bangunan kuburan cina dan telah memiliki produk lokal (telah dikenal sebagai penghasil sangkar burung).

BACA JUGA:  Pemkot Depok Evaluasi Perencanaan Anggaran Berbasis Gender

“Dengan dilaunchingnya Kampung Pembauran kita ingin mewujudkan Depok Friendly City, Depok sahabat semua, Depok sahabat keberagaman,” tambah Kepala Kesbangpol.

Dalam acara tersebut Walikota Depok bersama unsur Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) menandatangani komitmen pembauran dan juga pemakaian selempang oleh Walikota Depok kepada abang mpok Depok sebagai Duta Pembauran yakni abang Arkhi dan Mpok Jovita.

Editor: San

Komentar

Berita lainnya