oleh

Situs Bersejarah di Depok Terabaikan

Bangunan bersejarah yang pernah didiami Landhuis Tjimanggis.
Bangunan bersejarah yang pernah didiami Landhuis Tjimanggis yang dibangun Gubernur Jenderal VOC Van der Parra pada tahun 1775. (Istimewa)

DEPOK – Depok adalah salah satu Kota yang menyimpan banyak sejarah masa lalu terutama pada masa pemerintahan kolonal Belanda. Sejatinya Depok memiliki banyak bangunan bersejarah yang menjadi catatan sejarah. Namun sayangnya, puluhan situs bersejarah itu kini kondisinya kian memprihatinkan. Beberapa di antaranya bahkan mulai usang dimakan zaman.

Mirsnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bahkan berdalih tidak bisa berbuat banyak lantaran sejumlah situs bersejarah itu banyak yang telah dimiliki secara pribadi.

“Gedung-gedung atau bangunan bersejarah banyak yang belum diserahkan ke kita. Bahkan beberapa ada yang sudah dimiliki oleh sertifikat pribadi yang asalnya adalah aset negara, tapi sekarang sudah sampai punya sertifikat pribadi,” kata Wali Kota Depok, Muhammad Idris di Balai Kota Depok, Rabu, (26/10/2016).

BACA JUGA:  Pemkot Depok Rekomendasikan UMK 2021 Naik 3,27 Persen

Walikota mengaku belum bisa berbuat apa-apa terhadap kondisi bangunan-bangunan bersejarah tersebut sebelum menjadi aset Pemkot Depok. Dan agar menjadi aset Pemkot, otomatis membutuhkan anggaran lebih karena membutuhkan dana besar untuk membebaskan status peninggalan sejarah yang telah menjadi milik pribadi tersebut.

“Itu berati konsekuensinya harus menyiapkan anggaran untuk hal tersebut,” jelas Idris.

Lebih lanjut Idris mengatakan, ada lebih dari 50 bangunan yang tercatat sebagai saksi bisu sejarah keberadaan Depok. Sebagaian besar di antaranya adalah peninggalan Cornelis Chastelein, yang merupakan saudagar kaya di zaman kolonial Belanda di era tahun 1714 dan beberapa di antaranya adalah peninggalan etnis Tionghoa.

BACA JUGA:  Dinkes Depok: Jadwal Rapid Test untuk Anggota KPPS Sesuai Kesepakatan KPU

“Terkait hal itu, ini kita sedang dalam proses pendataan banyak hal yang harus disiapkan salah satunya adalah menyiapkan anggaran. Karena itu tadi, sebagian besar sudah dimiliki secara pribadi dan telah bersertifikat,” katanya

Selain gedung, situs bersejarah lainnya yang dibangun sejak zaman kolonial Belanda adalah Jembatan Panus. Jembatan yang berada di antara dua kecamatan di Kota Depok itu tadinya adalah satu-satunya jalur transportasi darat di atas derasnya Kali Ciliwung. Namun sayang, kini kondisi jembatan tua itu kurang mendapat perhatian serius bahkan terkesan terabaikan sejak dibangunnya jembatan baru disebelah jembatan panus.

BACA JUGA:  Disdik Siap Fasilitasi Kegiatan Forum Pelajar Sadar Hukum Depok

Sementara di kawasan Cimanggis, Gedung yang pernah menjadi tempat tinggal Landhuis Tjimanggis yang kemudian dikenal sebagai rumah Cimanggis, gedung yang dibangun Gubernur Jenderal VOC Van der Parra pada tahun 1775 ini mungkin akan tinggal cerita. Rumah itu sudah ambruk. (San)

Komentar

Berita lainnya