oleh

Penyaluran Kredit UMKM Tersendat

umkm.jpg
Ilustrasi pelaku UMKM. (Istimewa)

DEPOKPOS – Penyaluran kredit perbankan ke sektor UMKM di sejumlah daerah masih tersendat. Salah satunya terjadi di Banten, di mana pertumbuhan kredit UMKM pada kuartal III/2016 turun menjadi 9,87%. Padahal pada periode yang sama tahun lalu pertumbuhan pembiayaan ke sektor ini mencapai 10,14%.

Sepanjang kuartal III/2016, penyaluran kredit ke UMKM di Banten tercatat Rp33,3 triliun. Pada kuartal III/2015 nilainya mencapai Rp30,32 triliun.

“Per Agustus 2015, tingkat risiko pembiayaan bermasalah justru naik menjadi 4,08% dari sebelumnya 3,8%,” kata Manajer Unit Asesmen Ekonomi dan Keuangan BI Provinsi Banten Jenidar Oseva kepada Bisnis, Senin (24/10).

Jika dirinci, pertumbuhan kredit UMKM di Banten terus menunjukkan penurunan sejak awal tahun ini. Pada kuartal I/2016, pertumbuhan kredit 50,17%, lalu merosot menjadi 10,17% pada kuartal II/2016, dan kembali menciut menjadi 9,8% sepanjang Juli–September 2016.

Jenidar menyatakan kenaikan penyaluran kredit UMKM pada kuartal I/2016 lebih banyak disumbangkan oleh Kredit Usaha Rakyat (KUR), meski kontribusi KUR di Banten hanya 2,4% dari kredit.

BACA JUGA:  Survei Mempertanyakan Keabsahan DPR Mewakili Rakyat

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Banten, jumlah UMKM di provinsi ini sebanyak 984.118 unit dan 6.227 unit koperasi.

Guna memacu penyaluran kredit UMKM di Banten, baru-baru ini 10 bank di wilayah Serang dan Cilegon melakukan penandatanganan kredit UMKM saat pembukaan Banten Expo. Sebanyak 10 bank tersebut yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN), PT Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten), PT Bank Panin Tbk., PT BRI Syariah, PT BRI Syariah Mandiri, dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. (BTPN).

BACA JUGA:  Optimalkan Profesi Ahli dan Dosen, ADRI Giatkan Webinar di Era New Normal

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Banten optimistis penyaluran kredit UMKM di Banten bakal terdongkrak dengan adanya PT Bank Pembangunan Daerah Tbk. (Bank Banten).

Komisaris Bank Banten Komisaris Asmudji HW mengatakan perusahaan berkomitmen menyalurkan kredit pada UMKM. “Banyak daerah yang belum kami sisir, misalnya Pandeglang dan Lebak. Selama ini, mereka belum banyak tersentuh, ini peluang yang harus dimanfaatkan Bank Banten,” ucapnya.

Saat ini, Bank Banten memiliki 165 kantor cabang pembantu (KCP) di seluruh Indonesia, dan direncanakan bertambah menjadi 173 unit dengan dibukanya KCP di delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten.

Tersendatnya penyaluran kredit ke UMKM juga terjadi di Probolinggo, Jawa Timur, khususnya untuk sektor perikanan tangkap.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Probolinggo mengatakan potensi ikan di perairan tankap Probolinggo masih banyak, tetapi belum tereksploitasi dengan baik. Produksi tangkap pada 2015, katanya, mencapai 15.031,33 ton dari potensi 49.960 ton.

BACA JUGA:  Survei Fenomena Pencalonan Keluarga Pejabat pada Pilkada 2020

“Dampaknya, kesejahteraan nelayan sangat rendah,” ujarnya di sela-sela Pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Satgas Waspada Investasi di Probolinggo, Senin (24/10).

Menurutnya, kesejahteraan nelayan bisa ditingkatkan lewat dukungan pembiayaan lembaga jasa keuangan. “Namun sektor perikanan tangkap masih belum disentuh lembaga jasa keuangan. Karena itulah, kami harapkan TPAKD dapat merumuskan permasalahan usaha di sektor perikanan sehingga bisa menjaring bank untuk mendanainya.”

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Indra Krisna mengatakan pihaknya mengupayakan agar UMKM sektor perikanan dapat mengakses layanan keuangan. Hal itu menjadi program utama TPKAD Kota Malang. Dia mengatakan selama ini masalah utamanya ialah sektor tersebut masih tergolong unbanked.

“Sektor UMKM pertanian juga harus mendapatkan perhatian dari TPAKD agar dapat mengakses keuangan dari LJK,” ujarnya.(Bisnis.com)

| Editor: San

Komentar

Berita lainnya