oleh

Kampung Pembauran Sebagai Cermin Masyarakat Depok yang Majemuk dan Toleran

Walikota Depok bersama unsur Forkopimda dalam acara Peluncuran Kampung Pembauran di Lapangan Komplek DEPPEN RRI, Kelurahan Cisalak. (Dok. Humas Depok)
Walikota Depok bersama unsur Forkopimda dalam acara Peluncuran Kampung Pembauran di Lapangan Komplek DEPPEN RRI, Kelurahan Cisalak. (Dok. Humas Depok)

DEPOK – Demi menjaga keanekaragaman budaya yang tercermin dari keragaman etnisnya dan demi mewujudkan semangat Kota Depok sebagai Friendly City atau Kota Bersahabat untuk semua golongan maka bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, dicanangkanlah program kampung pembauran yang digagas Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Kampung pembauran adalah kampanye sosial, sebuah pesan bagi bangsa Indonesia, bahwa Kota Depok sebagai bagian dari Indonesia yang siap menjadi pioner pengembangan semangat kehidupan yang majemuk menjadi sebuah masyarakat yang multikultur. Adapun tujuan program Kampung Pembauran ialah mengimplementasikan gagasan Depok Bersahabat untuk semua, membangun kampung model yang mencerminkan kerukunan masyarakat dari berbagai golongan, menjadikan perbedaan masyarakat sebagai sebuah kekayaan sosial, membangun solidaritas sosial atas dasar persamaan agenda, membangun tradisi dialogis dalam menyelesaikan perbedaan serta memoderasi potensi radikalisme dan eksklusivisme masyarakat Depok.

BACA JUGA:  Resmi! UMK Depok Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Bertempat di Lapangan Komplek DEPPEN RRI, Cisalak, Walikota Depok Mohammad Idris, secara resmi melaunching Kampung Pembauran, Jum’at siang (28/10/2016). Terdapat dua lokasi kampung pembauran yakni RW 02 Kelurahan Cisalak dan RT 05/RW 08 Kelurahan Limo.

Kampung Pembauran di RW 02 Kelurahan Cisalak mewakili tipikal pemukiman yang cenderung urban, memiliki tata ruang yang plural, memiliki keanekaragaman etnis yang tinggi, dekat dengan kawasan industri, hubungan sosial relatif baik, memiliki tiga tipikel masyarakat (pinggir jalan, pinggir kali, dan perumahan), belum memiliki produk lokal serta di lokasi ini terdapat bangunan gereja yang bersebelahan dengan mushola. Sementara Kampung Pembauran yang berada di RT 05/RW 08 Kelurahan Limo memiliki tipe pemukiman yang cenderung rural, relatif di dalam (bukan dijalur jalan raya), memiliki satu tipikal masyarakat yang dominan (Tionghoa), hubungan sosial sangat baik serta terdapat bangunan kuburan cina dan telah memiliki produk lokal (telah dikenal sebagai penghasil sangkar burung).

BACA JUGA:  Awal Musim Hujan Warga Depok Diminta Waspada Kemunculan Ular di Perumahan

“Dengan dilaunchingnya Kampung Pembauran kita ingin mewujudkan Depok Friendly City, Depok sahabat semua, Depok sahabat keberagaman,” tambah Kepala Kesbangpol melalui siaran pers Humas Depok.

Sementara itu, Walikota Depok Muhammad Idris mengatakan launching Kampung Pembauran ini sebagai sebuah bukti bahwa kita adalah masyarakat yang toleran.

“Ini merupakan salah satu hal yang membanggakan, karena ini merupakan pertama kalinya di Indonesia. Saya sangat bangga, ada beberapa potensi lokal yang bisa dikembangkan, untuk satu Depok untuk Indonesia satu,” ujar Idris.

Editor: San

Komentar

Berita lainnya