oleh

Ir. H. Nuroji: “Jika Tidak ada Gedung Kesenian, Depok Hambar Seperti Kota Tembok”

Ir. H. Nuroji, wakil ketua anggota DPR RI di komisi X bidang Kebudayaan dan Pariwisata, saat diskusi ringan bersama Depok Pos dan tamu dari Perancis.
Ir. H. Nuroji, saat diskusi ringan bersama Depok Pos dan tamu dari Perancis.

DEPOK – Pemilik lembaga “Betawi Ngoempoel” Ir. H. Nuroji gelar Panggung Budaya Depok yang diadakan pada Sabtu malam (15/10/2016) bertempat di Jl. Tanah Baru Depok. Dalam sambutannya Ir. H. Nuroji mengatakan bahwa tujuan digelar panggung budaya Depok ini, untuk memberikan kebebasan kepada seniman yang ada di kota depok dan sekitarnya.

“Banyak teman seniman ini lari ke Jakarta karena di daerah Depok belum memadai dan teman-teman DKD (Dewan Kesenian Depok) akhirnya bisa mengadakan disini (Betawi Ngoempoel). Alangkah indahnya kalau Depok punya gedung kesenian sendiri agar setiap minggunya ada kegiatan. Saat ini gedung tersebut sedang diperjuangkan dan terasa hambar kalau tidak ada gedung kesenian, seperti kota tembok/mall,” ungkap Ir. H. Nuroji kepada para tamu yang hadir.

Ir. H. Nuroji, wakil ketua anggota DPR RI di komisi X bidang Kebudayaan dan Pariwisata, dan juga pemilik lembaga "Betawi Ngoempoel" saat diwawancara. (Foto: BK/Depokpos)
Ir. H. Nuroji, anggota DPR RI di komisi X bidang Kebudayaan dan Pariwisata, dan juga pemilik lembaga “Betawi Ngoempoel” saat diwawancara. (Foto: BK/Depokpos)

Lebih lanjut Ir. H. Nuroji menambahkan Panggung Budaya Depok ini merupakan gagasan teman-teman dari DKD untuk membacakan karyanya. Seperti membaca puisi, membaca cerpen dan berbalas pantun. Menurut Nuroji, dalam menyambut tahun baru besok, akan menyajikan acara spesial. Budaya Depok tidak hanya semata budaya Betawi, tetapi masih ada sundanya. Nuroji pun berpesan dalam pidatonya agar kita wajib menjaga kesenian.

Ir. H. Nuroji sebagai anggota DPR RI di komisi X bidang Kebudayaan dan Pariwisata, dan juga sebagai Bendahara Gerindra Pusat, menyatakan sejak ia menggelar acara budaya Depok pada (14/5/2016) sekretariat DKD (Dewan Kesenian Depok) ini, ada di “Betawi Ngoempoel”. “Karena tidak ada tempat lain, sementara bertempat disini. Mereka perlu tempat saya hanya memfasilitasi saja yang ada kebetulan isinya barang seni dijadikan sekretariat dan mereka perlu ini,” terang H. Nuroji kepada Depok Pos.

Harapan Ir. H. Nuroji terhadap Pemerintah Depok, ia pun menjelaskan bahwa ia tidak mampu untuk membangun gedung, kalau pemerintah tidak berkenan tidak akan ada perubahan. Pemerintah harus memahami aspirasi orang seni, itulah harapan Nuroji. “Bikinlah gedung kesenian dianggarin, kalau tidak tahun ini, bisa tahun depan. Kalau pemerintahnya tidak peduli, susah…orang pejabat Depok tidak kenal budaya Depok,” ucap Ir. H. Nuroji mantan wartawan dan politisi ini berharap.

Ir. H. Nuroji saat membaca Puisi berjudul Si Pitung.
Ir. H. Nuroji saat membaca Puisi berjudul Si Pitung.

Pada malam itu Ir. H. Nuroji juga membacakan puisi yang berjudul “Si Pitung” sejak muda ia senang membaca puisi, yang dibuat sendiri, kalau ada yang hajatan ia menyempatkan membaca puisi. “Ini ketemu lagi masa-masa yang saya bisa, artinya waktunya senggang, pikiran saya bisa buat puisi, yah senang juga. Ada beberapa kali saya baca puisi di TIM,” ujar Ir. H. Nuroji tersenyum.

“Awal tahun baru 2017 saya mau bikin gelar budaya lagi seperti kemarin. Panggung budaya yang lebih besar dari ini, dimana seluruh komite akan bergabung. Seniman Betawi itu ada di Depok, Tangerang, Bekasi, kalau kita main ke Situ babakan yah orang-orang sini. Orang Cisalak, Pancoran Mas, Sawangan. Kesenian Betawi itu mainnya orang-orang Depok, Tangerang, Bekasi. Seniman disini banyak dan karyanya juga banyak perlu dikenalkan kepada masyarakat,” kata Ir. H. Nuroji menutup wawancaranya. (Karmila/Depokpos)

Komentar

Berita lainnya