oleh

Data Aksara Matra Dipilih Sebagai Standar Teknologi Smartcard Indonesia

Data Matra - Direksi.jpg

DEPOKPOS, Jakarta, (31/10) – Memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) setiap tanggal 10 Agustus, diadakan Seminar Nasional bertema Sinergi Pendidikan Tinggi, Riset dan Bisnis Melalui Inovasi untuk Penguatan Daya Saing Bangsa sekaligus Sidang Paripurna Dewan Riset Nasional tahun 2016 di Solo Jawa Tengah, Selasa (9/8).

Bersamaan dengan acara itu, PT.Data Aksara Matra selaku perusahaan Teknologi Informasi yang fokus di bidang Solusi Perangkat Lunak khususnya Financial Technology (FinTech), OTT (Over the Top) dan Solusi SmartCard menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) Konsorsium SmartCard (Kartu Pintar) Indonesia dengan beberapa Perguruan Tinggi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Telkom University (Tel-U) dan Universias Hasanuddin (Unhas) dan Industri, Konsorsium SmartCard ini didukung Dewan Riset Nasional (DRN), Kemenristekdikti dan Kemkominfo.

Penandatangan Nota Kesepahaman (MOU) Konsorsium SmartCard untuk Perguruan Tinggi itu disaksikanlangsung Menristekdikti, Prof.Muhamad Nasir, Phd, Akt., dan hadir Presiden ke-3 Republik Indonesia, Prof.BJ.Habibie.

Menurut Hasnil Fajri, Direktur dan Chief Marketing Officer PT.Data Aksara Matra dalam siaran persnya yang diterima Redaksi Minggu malam (30/10), sejatinya operating system (O/S) Iconox, Indonesia Chipcard O/S for National Online/Offline trX yang conforming dengan inisiatif aplikasi standar Multi Issuer Multi Acquired (MIMA) dan dengan menggunakan Platform e-Payment / M-Payment / Prepaid Sandard MIMA, yaitu POWERHOUSE sebagai Invovasi Teknologi Nasional yang dibuat dan dikembangkan oleh PT. Data Aksara Matra sebagairujukan standar untuk pengembangan Solusi Teknologi SmartCard (Kartu Pintar) pada Perguruan Tinggi di Indonesia oleh Dewan Riset Nasional(DRN), Kemenristikdikti dan Kemkominfo.

BACA JUGA:  Viral Soal Benih Lobster, Harga Lobster Melambung Tinggi

“Iconox sebagai O/S Chip Card yang comply dengan MIMA Standard menggunakan Platform Powerhouse, dijadikan sebagai inisiasi implementasi Platform Teknologi Smartcard Nasional untuk dikembangkan sebagai kartu Smart Card standard di semua Universitas di Indonesia dan dapat dikembangkan lebih lanjut bersama peneliti di universitas-universitas tersebut untuk menjawab berbagai kebutuhan di masa mendatang,” tambah Aditya Riyadi Soeroso, Dirut Data Aksara Matra.

Lanjut Hasnil, kondisi Sistem SmartCard di Indonesia sebelum membuat dan mengembangkan Iconox MIMA ini adalah: belum ada standar untuk e-ID dan e-Payment, gagal untuk mendeliver O/S dan Nasional Security O/S, setiap Issuer memiliki Proprietary O/S dan Java serta tidak ada O/S Chip Nasional yang dibuat untuk Standar Nasional untuk Multi Issuer Multi Acquired (MIMA).

BACA JUGA:  Kedai Kopi, Bisnis yang Kian Menjamur Ditengah Pandemi

“Yang Membedakan Produk Teknologi Kami dengan Produk Teknokogi lain di dunia adalah, Kami satu-satunya Perusahaan ICT dibidang Fintech lokal yang mempunyai O/S Chip buatan lokal dengan Aplikasi MIMA Standar yang memungkinkan semua Issuer dan Acquirer saling Interoperability dan pada awal inisiatif didukung oleh Platform Payment bernama Powerhouse made in Indonesia (Karya Anak Bangsa). Teknologi ini mewakili Indonesia, yang ditunjuk Kominfo, pada ajang Asia Pacific ICT Competition (APICTA) 2014 yang diikuti oleh 17 negara (negara ASEAN plus China, Australia, Hongkong, dll) untuk Transaction Security dan di Acknowlege sebagai Unique Technology in the World,” papar Hasnil Fajri.

Ke depan,Kartu Pintar Kampus ini akan dapat dipergunakan di ke empat kampus tersebut menjadi Kartu Multifungsi yang berfungsi sebagai Id, untuk absen dosen dan mahasiswa, untuk akses ruangan (kelas, meeting), untuk akses penggunaan locker, pembayaran parkir dan makanan/minuman di kantin/cafe, uang kuliah mahasiswa serta pembayaran lainnya. Kelebihannya Semua Fungsi tersebut hanya menggunakan Single Card (Satu Kartu) saja.

BACA JUGA:  Sumber Daya Rumput Laut untuk Keberlangsungan Ekonomi Biru

Teknologi ini selain bisa digunakan untuk Kebutuhan Kampus juga bisa digunakan untuk semua Industri seperti : Perbankan, Pariwisata, Telekomunikasi, Perhotelan, Pubik Sektor, Retail, dan nirlaba seperti Komunitas dan Organisasi serta Kartu Subsidi seperti Kartu Indonesa Pintar, Karu Indonesia Sehat, Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Tani, Kartu Bansos dan Kartu subsidi lainnya.

Menariknya dengan Teknologi ini, nantinya cukup Satu Kartu saja untuk berbagai macam kebutuhan Subsidi, tidak seperti saat ini yang mana setiap subsidi menggunakan satu kartu, jadi sangat efisien dari sisi anggaran dan efektif buat pengguna dan stakeholder lainnya, mudah dimonitor dan dikontrol oleh petugas dilapangan maupun pejabat pada kementrian terkait baik via aplikasi di web maupun mobilephone. (Nil)

Editor: San

Komentar

Berita lainnya