oleh

Awasi Kecurangan Gas, Pemkot Depok Jalin Kerjasama Dengan Hiswana Migas

Ilustrasi. (istimewa)
Ilustrasi. (istimewa)

DEPOK – Setelah terjadinya pemalsuan gas elpiji 3 kilogram yang dicampur dengan air beberapa waktu lalu, menjadi pelajaran tersendiri bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk lebih ketat melakukan pengawasan terhadap peredaran gas elpiji di Kota Depok.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengambil langkah cepat menjalin kerjasama dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap penjualan tabung gas elpiji kosong yang saat ini mulai beredar di masyarakat.

BACA JUGA:  Terhambat Pandemi, Program Smart City Depok Capai 75 Persen

“Ranah Pemerintah hanya mengawasi peredaran gas bersubsidi, untuk perlindungan dan pengawasan konsumennya menjadi otoritas Provinsi. Untuk itu, kami terus mengimbau kepada masyarakat untuk mawas diri terhadap penipuan gas,” ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris, di Balaikota, Selasa (25/10/2016).

Terpisah, Ketua Hiswana Migas Athar Susanto mengatakan pihaknya juga gencar melakukan operasi pasar dan beberapa pengusaha yang menjual gas bersubsidi, yang disinyalir meresahkan masyarakat Depok.

BACA JUGA:  Pasien OTG Covid-19 di Makara UI Bertambah Jadi 39 Orang

“Kita juga melakukan pengecekan faktur penjualan kepada pengusaha rumahan yang menjual gas elpiji, khususnya tabung melon, tujuannya agar kita bisa membedakan apakah gas tersebut berasal dari pertamina atau tidak,” ujarnya.

Hal ini juga dilakukan, lanjutnya, guna menghindari pemalsuan isi gas. Karena menurutnya, saat ini marak penjual tabung gas kosong yang menyalahgunakan tabung untuk meraup keuntungan.

BACA JUGA:  Terhambat Pandemi, Program Smart City Depok Capai 75 Persen

“Ada oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti kasus yang belum lama ini beredar, tabung gas diisi air. Secara logika ini tidak mungkin, karena gas tidak bisa dicampur dengan air. Untuk itu, sidak secara berkala harus terus dilakukan, agar hal serupa tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Komentar

Berita lainnya