oleh

Kapolres Depok Janji Tindak Tegas Anggotanya yang Aniaya Wartawan

Ilustrasi.
Ilustrasi.

DEPOK – Yuli Efendi alias Iik (38) wartawan media online berimbang.com yang merupakan anggota Paguyuban Wartawan Depok (PWD) di dampingi Sekjen PWD, Tuhari Arek (48) diundang mediasi oleh Kapolres Depok, terkait pemukulan yang dilakukan 3 anggota Polres, terhadap Iik di lokasi proyek penataan Jalan Margonda Raya, Kec. Beji Depok.

Saat dikonfirmasi Depokpos, Iik membenarkan adanya penganiayaan terhadap dirinya pada saat peliputan yang diduga dilakukan oleh 3 oknum anggota buser Polresta Depok.

Seperti di ketahui Iik mendapat aksi kekerasan berupa pemukulan dan perlakukan tidak manusiawai oleh oknum Polisi pada saat melakukan peliputan di lokasi proyek, sabtu (24/9).

Iik menuturkan, usai dirinya melakukan peliputan, dirinya bertanya kepada UA siapa yang mem backup proyek drainase dan pedestrian sepanjang 1.8 KM, dan 400 M itu. Pasalnya dirinya mendapat informasi bahwa Proyek tersebut milik Polresta Depok.

BACA JUGA:  Pasien OTG Covid-19 di Makara UI Bertambah Jadi 39 Orang

“Saya ngga percaya dengan info itu, makanya saya ke lokasi proyek untuk menkonfirmasi kebenarannya. UA selaku tokoh masyarakat mengakui bahwa koordinasi proyek ada di Polres. Bahkan pelaksana teknis proyek mengiyakan bahwa koordinasi proyek ke Kapolres,” tutur Iik di Polresta Depok, Jumat (30/9/2016).

Iik kemudian marah-marah di lokasi proyek, tidak dapat percaya jika Kapolres main proyek. Seketika 3 oknum yang mengaku anggota Buser tiba di lokasi dan melakukan pengeroyokan kepada dirinya lalu membawanya ke Polresta Depok.

“Kayaknya pihak kontraktor menghubungi Polres. Soalnya mereka datang tiba-tiba dan langsung main pukul saja. Saya diperlakukan seperti teroris. Jujur sampai saat ini saya masih trauma,” katanya.

Setelah sampai di Polres, Iik kemudian di interogasi. Setelah di interogasi, dirinya kemudian melaporkan hal ini kepada Kasi Propam Polresta Depok, AKP. Subandi.

“Kata Pak Subandi, pihaknya akan menindak tegas ke tiga anggota Polisi tersebut. Wakasat Reskrim Polresta Depok, AKP. Firdaus kemudian meminta maaf kepada saya dan ketiga anggota yang melakukan pengeroyokan, sehingga terjadi kesepakatan damai,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Calon Wali Kota Depok Mohammad Idris Positif Covid-19

Sekjen PWD, Tuhari Arek mengatakan maksud kedatangan mereka adalah meminta kepastian apa yang akan dilakukan Kapolres terhadap 3 anggotanya yang telah melakukam pengeroyokan terhadap Iik. Dirinya prihatin dan menuntut Kapolresta Depok, untuk mengusut kasus ini secara profesional dan fair.

“Kami perlu melihat hukum diberlakukan terhadap ketiga oknum tersebut. Supaya ada efek jera, dan kekerasan terhadap wartawan kedepan tidak boleh terjadi lagi,” ungkap Arek seperti dilansir rri.co.id, Jum’at (30/9/2016).

“Kalau nanti permintaan kami ini ternyata tidak direalisasikan, kami akan melakukan aksi,” pungkasnya.

Kapolresta Depok janji tindak tegas anggotanya.

Kapolresta Depok, Kombes Pol Harry Kurniawan menegaskan bahwa pihaknya tidak membeckingi kontraktor, apalagi main proyek. Dikatakannya bahwa pihaknya sesuai rapat koordinasi antara Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Air (Dinas Bimasda), Pengembang, Polresta Depok, dan seluruh OPD terkait hanya untuk membantu kelancaran pembangunan di kota Depok.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Rekomendasikan UMK 2021 Naik 3,27 Persen

“Tidak benar itu kalau kami disebut membekingi kontraktor. Sebagai pengayom masyarakat, jika pemerintah dalam hal ini Dinas Bimasda meminta bantuan Polisi pengamanan untuk kelancaran proyek, ya kita berikan,” kata Harry.

Dirinya menyayangkan pengeroyokan yang telah dilakukan anggotanya, apalagi ini di lakukan kepada insan pers yang sedang melaksanakan tugas. Harry secara pribadi dan institusi Polri telah meminta maaf kepada korban dan berjanji akan menindak tegas anggotanya itu.

“Saya berjanji supaya tindakan seperti ini tidak terjadi lagi. Ketiga anggota saya itu akan di proses sesuai aturan yang berlaku. Bisa di turunkan pangkatnya, di penjara Propam atau di mutasi,” tandasnya.

Komentar

Berita lainnya