oleh

Pradi dan Ridwan Kamil Tandatangani MoU Kerjasama Lintas Kota

Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna saat menandatangani MoU Kerjasama. (Foto Humas Depok)
Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna saat menandatangani MoU Kerjasama. (Foto Humas Depok)

DEPOKPOS – Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna dan Walikota Bandung Ridwan Kamil melaksanakanan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU), tentang Kerjasama Jaringan Lintas Perkotaan. Penandatangan tersebut berlangsung saat pembukaan Indonesia Smart City Forum di Hotel Trans Luxury, Jalan gatot Subroto, Kota Bandung, Jum’at (02/09/16).

Tak hanya kota Depok, beberapa kota seperti Tangerang, Palu, dan kota lainnya yang berjumlah 23 Kabupaten/Kota se-Indonesia, juga melaksnakan MoU. Pelaksanaan MoU tersebut, merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Indonesia Hebat. Dimana setiap daerah akan terus memperbanyak kolaborasi sebagai NKRI untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, melalui pemanfaatan teknologi informasi. Dengan pemanfaatan Teknologi Informasi, maka pelayanan kepada masyarakat akan lebih efisien dan transparan.

Melalui siaran pers Humas Depok, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menjelaskan, Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Kota Bandung dapat sharing teknologi dan sharing pengalaman tentang penerapan serta pengembangan teknologi Smart City. Pradi menginformasikan, di Kota Depok sendiri sebenarnya sudah cukup lama mengimplementasikan Smart City. Kami juga sudah melaksanakan e-Govermment. Bentuk penerapan E-Government di Depok pun sudah dilakakukan di beberapa bidang, mulai dari bidang pendidikan, data kependudukan, bisnis dan sebagainya.

BACA JUGA:  Pelaku Usaha Tak Taat Pembatasan Aktivitas Warga, Bakal Kena Denda 25 Juta
Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna saat menandatangani MoU Kerjasama. (Foto Humas Depok)
Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna saat menandatangani MoU Kerjasama. (Foto Humas Depok)

Pradi melanjutkan, Untuk bidang kependudukan meliputi KTP Elektronik Nasional (e‐KTP), Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran. Di bidang pendidikan, pemerintah kota Depok sudah mulai menerapkan penggunaan perangkat informasi interaktif berbasis multimedia dan sharing resource secara digital, dan melayani Penerimaan Siswa Baru secara Online. “Kami juga memiliki layanan tenaga kerja Online yang terintegrasi dengan data kependudukan dan tersedianya pengetahuan kewirausahaan secara digital melalui pengadaan Hot-Spot di Balai Kota Depok,” paparnya menambahkan, Pemkot Depok juga memiliki Lelang Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

BACA JUGA:  Perketat Protokol Kesehatan, Depok Terbitkan Dua Perwal

Tak hanya itu, Kota Depok juga memiliki smart PJU dan ATCS. Dengan Smart Penerangan Jalan Umum (PJU), kita dapat mengontrol lampu jalan, seperti lampu mana saja yang belum menyala dan menghidupkannya hanya dari kantor. Sedangkan, Area Traffic Control System (ATCS) untuk mengendalikan lalu lintas berbasis teknologi informasi pada suatu kawasan. Sehingga mengoptimalkan kinerja jaringan jalan melalui optimasi dan koordinasi pengaturan lampu lalu lintas di setiap persimpangan. “Kami juga memiliki smart healty city. Dimana kita bisa menunggu dengan waktu yang tepat untuk berobat. Jadi tidak perlu mengantri dari pagi di Puskesmas Pancoran Mas dan RSUD Depok,” jelas pria asli Beji.

BACA JUGA:  Idris Ajak Warga Depok Baca Qunut Nazilah dan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Pradi menyatakan, akan terus mengembangkan software/aplikasi berbasis teknologi informasi untuk mengatasi beragam permasalahan yang ada di Depok. “Kami akan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah di Indonesia yang sudah menerapkan Smart City. Kami juga akan menggandeng perguruan tinggi, seperti Gunadarma dan Universitas Indonesia, serta penggiat IT yang ada di Depok. Karena Pemerintah Kota Depok tentu tidak bisa berjalan sendiri, diperlukan kerja sama dan sinergi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan Smart City,” tutur Wakil Walikota.

Komentar

Berita lainnya