oleh

Apartemen Adhigrya Pangestu, Apartemen Khusus Wanita di Depok

Konsep apartemen.
Konsep apartemen.

DEPOK – Persaingan pasar properti yang ketat memaksa pengembang beradu konsep untuk menarik minat konsumen. Seperti yang dilakukan PT Graha Loka Pangestu (GLP), pengembang Apartemen Adhigrya Pangestu atau Female Apartment di Depok.

Direktur Proyek PT GLP, I Wayan Ekadiana mengungkapkan sesuai namanya proyek apartemen ini unik sekali karena menjadi hunian vertikal pertama di Indonesia yang penghuninya wanita semua. Nantinya pria tidak diperbolehkan masuk ke unit apalagi tinggal di apartemen tersebut.

Bagi keluarga penghuni yang berjenis kelamin pria yang datang bertamu, pengembang telah menyediakan ruang pertemuan dan guest house bagi yang ingin menginap. Ketentuan ketat ini nantinya akan diatur dalam peraturan perhimpunan penghuni rumah susun.

Apartemen ini mempunyai pangsa cukup besar di kalangan mahasiswi, terutama mahasiswi dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Gunadarma, dan Universitas Pancasila.

“Berdasarkan survei pasar yang kami lakukan, ternyata ada korelasi antara strategi ini dengan kondisi populasi di Depok yang separuh penduduknya berjenis kelamin wanita,” ungkap Wayan.

Ditambahkannya, dari hasil riset diperkirakan ada rata-rata 10.000 mahasiswi baru setiap tahunnya. Jumlah tersebut lebih dari cukup untuk total 551 unit Female Apartment yang disediakan.

“Kalau 10 persen saja dari jumlah mahasiswi itu yang mau dan mampu tinggal di apartemen, maka potensi pasarnya sudah 5.000 unit, sedangkan Female Apartment total hanya 551 unit. Jadi jelas sekali pasar hunian untuk wanita itu besar sekali,” papar Wayan.

Pihak pengembang pun melihat ada kekhawatiran orang tua mahasiswi terhadap tingkat kriminalitas di Depok yang cukup tinggi terutama kejahatan terhadap wanita, sehingga ada tuntutan kebutuhan apartemen yang aman bagi wanita.

Female Apartment dibangun di atas lahan 2.112 meter persegi di Jalan Margonda Raya No 252A, Depok, dekat sekali dengan Stasiun Universitas Indonesia (UI). Apartemen satu tower ini terdiri dari 21 lantai, dengan tiga lantai basement parkir. Tersedia ruang pertemuan, sky lounge dan guest house, serta satu lantai penthouse.

Direktur Komersial PT GLP, M. Ghaffani menambahkan tersedia 8 tipe ukuran unit, yang didominasi tipe studio (25 m2) dengan harga mulai Rp 500 jutaan atau Rp 21,5 juta per meter persegi. Saat ini dari total 551 unit, sudah terjual 40 persen.

“Sebagian besar pembeli adalah investor untuk disewakan kembali. Mereka melihat potensi pasar sewa yang tinggi di sini,” ungkap Ghaffani.

Komentar

Berita lainnya