oleh

Doa Yang Dibaca Ketika Menyembelih Hewan Qurban

Ilustrasi. (istimewa)
Ilustrasi. (istimewa)

Penyembelihan hewan qurban adalah ibadah yang telah diatur oleh syariat, mulai dari jenis hewan yang akan disembelih hingga pada tata cara penyembelihannya. Tidak seperti menyembelih hewan pada umumnya, dalam penyembelihan hewan qurban ada beberapa tatacara yang harus diperhatikan agar sesembelihannya diterima oleh Allah. Salah satunya adalah anjuran untuk mengucapkan doa:

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنِّي

“Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah (qurban) ini dari-Mu, dan untuk-Mu, atas nama saya,”

Dan jika menyembelih hewan qurban milik orang lain, maka membaca:

بِسْمِ اللَّه اللَّهُمَّ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، هَذَا عَنْ فُلَانٍ

“Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah (qurban) ini dari-Mu, dan untuk-Mu, Qurban ini atas nama fulan,” (dengan menyebut namanya) ditambah:

اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ فُلَانٍ وَآلِ فُلَانٍ

“Ya Allah, terimalah qurban ini dari fulan dan keluarga fulan,” (dengan menyebut namanya)

Namun yang wajib adalah membaca basmalah, adapun yang lainnya hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullah SAW berkurban dengan dua kibas yang gemuk, bertanduk, beliau menyembelihnya sendiri, membaca basmalah dan bertakbir, dan meletakkan kaki beliau di atas sisi tubuh sembelihannya,” (HR. Bukhari-Muslim)

Dalam riwayat yang lain, dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah SAW menyuruh (untuk mendatangkan) kibas yang bertanduk untuk disembelih, maka beliau bersabda kepada ‘Aisyah;

“Bawakan pisau itu kemari, lalu beliau bersabda, ‘Tajamkan dengan batu,’ maka ‘Aisyah melakukannya. Lalu Nabi mengambil pisau dan kibasnya, dan langsung merebahkannya lalu menyembelihnya. Kemudian bersabda, ‘Dengan nama Allah, Ya Allah terimalah (kurban ini) dari Muhammad, dan keluarganya, dan dari umat Muhammad, lalu beliau menyembelihnya’.” (HR. Muslim)

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, “Saya termasuk yang ikut shalat ‘ied di tempat shalat bersama Rasulullah SAW. Ketika beliau menyelesaikan khutbahnya, lalu turun dari mimbar, maka didatangkan kepada beliau seekor kibas seraya beliau menyembelihnya sendiri dan bersabda:

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّي وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي

‘Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, (kurban) ini dariku, dan dari siapapun yang belum berkurban dari umatku’.” (Dishahihkan oleh Tirmidzi dalam Shahih Tirmidzi)

Dalam riwayat yang lain disebutkan:

اَللّهُمَّ إِنَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ

“Ya Allah, qurban ini dari-Mu dan untuk-Mu”. (Lihat: Irwa’ Ghalil, hal; 1138, 1152)

“Allahumma Minka” artinya: Kurban ini adalah pemberian dan rizki yang aku terima dari-Mu. “wa laka” artinya: hanya untuk-Mu. (lihat: Syarhul Mumti’: 7/492)

Sumber: islamqa.info/kiblat.net

Komentar

Berita lainnya