oleh

Data Bappeda: Kemiskinan di Depok Tersisa 2,18 Persen

Suasana Rakor Penanggulangan Kemiskinan di Aula Bappeda Kota Depok
Suasana Rakor Penanggulangan Kemiskinan di Aula Bappeda Kota Depok

DEPOK – Usaha Kota Depok dalam membangun dan menyejahterakan penduduknya terlihat dari semakin menurunnya angka kemiskinan. Terbukti, di tahun 2015 angka kemiskinan Kota Depok sebesar 2,18% dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 45.913 jiwa, dan daya beli masyarakat sebesar 661.355, dengan gini ratio sebesar 0,365.

Hal ini dipaparkan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok Hardiono di Aula Bappeda, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (27/9).

Hardiono menuturkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Depok adalah sebesar 80,79 dengan angka harapan hidup 74,10 dan laju pertumbuhan penduduk sebesar 3,57%. “Laju pertumbuhan ekonomi Kota Depok tahun 2014 sebesar 7,09%. Nilai tersebut lebih besar dari nilai nasional dan provinsi Jawa Barat. Dimana nilai secara nasional sebesar 4,79% dan Provinsi Jawa Barat sebesar 5,03%,” papae Hardiono,”.

BACA JUGA:  Terhambat Pandemi, Program Smart City Depok Capai 75 Persen

Lebih lanjut diungkap Hardiono, saat ini, rata-rata lama sekolah di Kota Depok sebesar 11,17. Bappeda, kata Hardiono, akan terus berupaya untuk mendorong hingga mencapai angka yang ditetapkan secara nasional yaitu 12 tahun.

Sedangkan angka melek huruf di Depok dikatakan Hardiono adalah sebesar 99,09. Angka itu menggambarkan bahwa penduduk Depok hanya 0,91% yang belum bisa membaca dan didominasi oleh masyarakat lanjut usia.

BACA JUGA:  Resmi Beroperasi, Wisma Makara UI Terima Tujuh Pasien Covid-19

Pemerintah Kota Depok terus berusaha menurunkan angka kemiskinan dengan memberikan program khusus pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Program tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi sosial dan infrastruktur. Untuk penangganan kawasan kumuh, Pemerintah kota Depok juga memiliki program replikasi PNPM Berdaya. Program tersebut melibatkan masyarakat miskin dan masyrakat lingkungan sekitarnya dengan memberdayakan keberadaan Badan Swadayaan Masyarakat (BKM).

BACA JUGA:  Pasien OTG Covid-19 di Makara UI Bertambah Jadi 39 Orang

Hardiono menuturkan, alokasi anggaran untuk kegiatan replikasi PNPM Berdaya selalu meningkat. Besarnya program PNPM Berdaya tahun 2016 sebesar Rp3,033 milyar dan di APBD-Perubahan sebesar Rp1,9 milyar. Program tersebut tersebar di seluruh wilayah Kota Depok.

Dikatakan Hardiono, wilayah yang masih tinggi tingkat kemiskinannya adalah Kecamatan Cipayung dan Kecamatan Tapos. “Memang menghapus kemiskinan 100% jelas tidak mungkin tapi kami terus berupaya untuk menurunkan tingkat kemiskinan melalui kegiatan yang terfokus dan pembiayaan yang tepat untuk mengatasi kemiskinan,” pungkas Hardiono. (RIA/ DEPOK POS)

Komentar

Berita lainnya