oleh

Begini Jawaban Abdul Wahab Ketua KPPD Depok Tentang Adanya Masalah Dengan Pengurus Lama

Lokasi pasar yang berada di Jl. Nusantara Raya Depok (Pasar Perumnas) (foto: Karmila)
Lokasi pasar yang berada di Jl. Nusantara Raya Depok (Pasar Perumnas) (foto: Karmila)

DEPOK – Selama lima tahun menjabat sebagai ketua KPPD (Koperasi Pedagang Pusat Perbelanjaan Depok), Depok Jaya ada beberapa kemajuan yang dibenahi oleh Abdul Wahab seperti pembangunan ATM Center, Program pengembangan dan tahap perencanaan untuk membangun properti untuk perumahan anggota koperasi. Tanah seluas 2500 meter sudah dibeli sejak tahun 2012 yang berada di Rawadenok.

Tanah yang telah dibeli itu atas nama ketua KPPD Depok Jaya yaitu Abdul Wahab, dengan alasan, “Atas nama saya, tapi disitu ada penjelasan dan keterangan. Atas dasar keputusan rapat koperasi, dan atas dasar keputusan tim pembelian tanah, dengan tujuan memudahkan pada waktu nanti akan dijual balik namanya, tidak merubah status,” ungkap Abdul Wahab di ruang kerjanya Jl. Nusantara Raya pada Jumat (16/9/2016) kepada DepokPos.

ATM Center yang telah dibangun salah satu program Abdul Wahab di KPPD Depok (foto:Karmila)
ATM Center yang telah dibangun salah satu program Abdul Wahab di KPPD Depok (foto:Karmila)

Lebih lanjut Abdul Wahab menyatakan, untuk kepemilikan rumah anggota koperasi bisa menyicilnya dan dari koperasi sendiri leasing, bekerja sama dengan pihak pengembang. Abdul mengakui, bahwa pasar Depok Jaya ini sudah tua (21 tahun) sekarang ini belum dapat memperbaiki karena anggaran belum siap. Mengingat bangunan masih kokoh, saat ini anggota koperasi belum siap membangun.

BACA JUGA:  Manfaat Wifi Gratis untuk PJJ Mulai Dirasakan Warga Depok

Menjawab pertanyaan tentang Pasar Baru Depok Jaya yang terbilang mahal, Abdul Wahab mengomentari bahwa belanja di pasar ini tidak mahal, “mungkin itu image orang sejak dulu, pasar ini pertama kali dibangun dalam bentuk seperti ini di Depok (tahun 1995) sehingga dikira pasar mewah padahal enggak. Kalau saya perhatikan walau mahal sedikit, tapi barangnya beda lebih bagus, sudah siap pakai, pilihan tidak seperti pasar lain sayuran belum siap pakai,” ucap Abdul meyakini.

Anggota koperasi yang tergabung di KPPD (Koperasi Pedagang Pusat Perbelanjaan Depok) sebanyak 250 anggota, untuk menerima menjadi anggota baru harus ada aturan. Menurut Abdul dikarenakan koperasi yang ada sudah punya asset, memang menjadi milik anggota lama. Kalau ada yang mau masuk dihitung dengan hak yang sama, seperti anggota lama maka anggota lama keberatan. Kalau peraturan baru sudah dibuat, baru dapat menerima anggota koperasi kembali.

BACA JUGA:  Pilkada Depok 2020: Pradi-Afifah Nomor Urut 1, Idris-Imam Nomor Urut 2
Ruang kerja KPPD yang berada di lantai 3 pasar Depok Jaya (Foto: Karmila)
Ruang kerja KPPD yang berada di lantai 3 pasar Depok Jaya (Foto: Karmila)

Hubungan Abdul Wahab dengan sesama anggota koperasi sangatlah baik, tetapi ketika ditanya hubungan dengan eks Ketua KPPD yang sebelumnya yaitu DM, tidaklah harmonis. Ada masalah apa mereka hingga saat ini belum selesai? Abdul Wahab mengatakan, “Soal itu saya rasa intern koperasi, ibu tidak boleh tahu sejauh itu. Saya santai saja, hubungan saya harmonis dia saja yang begini begitu ingin menjadi pengurus koq,” kata Abdul Wahab.

Untuk diketahui bahwa DM pernah menjadi ketua KPPD Depok Jaya selama 6 bulan, karena ada sesuatu hal DM diturunkan oleh anggota koperasi, maka DM digantikan oleh Abdul Wahab. Atas dasar itulah, DM merasa tidak puas, kedudukannya digantikan oleh Abdul Wahab. “Yang penting saya menjaga lembaga koperasi ini agar tetap berjalan, sesuai dengan keinginan anggota. Saya melakukan pada jalan yang benar, anggota puas dan simpan pinjam tidak ada kesulitan,” tegas Abdul Wahab.

BACA JUGA:  Pelanggar Protokol Kesehatan Masih Tinggi, Pemkot Depok Tingkatkan Pengawasan

Di lain pihak DM pun mengakui ada hubungan yang tidak harmonis dengan Abdul Wahab. DM menginginkan dirinya mendapatkan hak yang seadil-adilnya dari ketua koperasi KPPD Depok Jaya. Sedangkan Abdul Wahab sudah berusaha untuk menempuh jalan damai, tapi ditolak DM. Selang tiga tahun berjalan, masalah kedua belah pihak belum juga menemui titik terang. Entah sampai kapan masalah ini selesai jika salah satu pihak menolak damai?, “Nanti juga ada ujungnya, tidak ada masalah yang tidak terselesaikan, ” ujar Abdul Wahab menutup wawancaranya. (Karmila/Depokpos)

Komentar

Berita lainnya