oleh

Awal November, Jembatan Panus Lama Mulai Diperbaiki

Jembatan Panus.
Jembatan Panus.

DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Depok akan segera memperbaiki salah situs bersejarah Kota Depok yang kini mulai rusak yakni Jembatan Panus lama.

Hal tersebut disampaikan Oleh Kepala Dinas BMSDA, Manto.

“Iya, kami akan merehab Jembatan Panus, karena sudah ada laporan dari masyarakat mengenai kondisi jembatan tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Manto mengatakan bahwa pengerjaan rehab akan mulai dilakukan awal November mendatang dan ditargetkan sudah akan selesai pada Desember tahun ini.

BACA JUGA:  DPAPMK Lakukan Evaluasi Penyelenggaraan Sekolah Ramah Anak di SMPN 3 Depok

Untuk pelaksanaan perbaikan ini sendiri akan menggunakan dana APBD Kota Depok walaupun Jembatan Panus tersebut masih wewenang Pemerintah Pusat.

Sebelumnya, pihak BMSDA sudah mengajukan rehab kepada Pemerintah Pusat, namun berhubung saat ini sudah ada jembatan lain yang juga melintasi sungai Ciliwung di jalan Tole Iskandar tersebut, maka Pemerintah Pusat belum memberikan keputusan mengenai rehab jembatan yang memiliki nilai sejarah ini.

BACA JUGA:  Majelis Ta'lim Nurrusyabaab Gelar Lomba Futsal Nurussyabaab CUP

“Akan menggunakan APBD dan sudah ada satgas dari kami ke situ, potong tanaman liar yang mengganggu bangunan jembatan, karena ada pohon yang melintang dan menyebabkan relnya pecah,” jelasnya.

Jembatan Panus merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang ada di Depok. Pada masa kolonial Belanda, jembatan ini menjadi penghubung utama antara wilayah Depok dengan Buitenzorg (Bogor) dan Batavia (Jakarta).

Jembatan ini dibangun pada tahun 1917 oleh seorang insinyur bernama Andre Laurens, dinamai “Jembatan Panus” konon berdasarkan nama “Stephanus Leander” yang adalah seorang warga yang tinggal di samping jembatan tersebut.

BACA JUGA:  Memulai UKM Lewat Keripik Kentang di Usia Muda

Jembatan yang memiliki panjang 65 meter ini juga memiliki fungsi sebagai pemantau naiknya debit kiriman air dari Bogor saat musim hujan. Hal ini dikarenakan salah satu kaki jembatan itu digunakan sebagai tiang ukur memantau ketinggian air untuk mewaspdai banjir. (San)

Komentar

Berita lainnya