oleh

Walikota Depok: Prioritas Anggaran 2016 Untuk Kegiatan Hingga Desember

rapat-dprd-595x446.jpgDEPOK – Delapan fraksi menanggapi Nota Keuangan dan Raperda Perubahan APBD 2016 di depan Walikota dan Wakil Walikota Depok, Senin (22/8/2016).

Dalam tanggapannya, fraksi-fraksi banyak menyoroti masalah SILPA 2015 dimana realiasasi anggaran tahun lalu itu hanya menyerap 50 persen dari anggaran APBD.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan masukan-masukan yang dipaparkan delapan fraksi nantinya akan disampaikan kembali kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Sehingga diharapkan, program-program dapat terealisasi dengan baik.

BACA JUGA:  Prototipe Angkot AC di Depok Siap, Bisa Bayar Non Tunai

“Akan kami sampaikan kepada OPD terkait, mengenai SILPA kami akan perhatikan serapan anggaran pada semester satu tahun anggaran 2016. Diprioritaskan pada kegiatan-kegiatan yang dapat direalisasikan sampai akhir Desember 2016 ini,” tutur Idris.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan rancangan perubahan pendapatan dan belanja daerah Kota Depok tahun anggaran 2016 diantaranya pos anggaran pendapatan daerah yang diusulkan pendapatan sebesar Rp2,5 triliun lebih dari pendapatan semula sebesar Rp2,2 triliun lebih.

BACA JUGA:  Gubernur Siapkan Skenario Penanganan Covid-19 di Depok Jika Terus Meningkat

“Dengan demikian mengalami kenaikan sebesar Rp238 miliar lebih atau meningkat sebesar 10,52 persen,” tambahnya.

Dikatakannya, bahwa perubahan anggaran APBD tahun 2016 yang terjadi merupakan proses yang tidak dapat dipisahkan dari rangkaian kegiatan rencana tahunan Pemerintah Daerah, yang bertujuan untuk mengevaluasi dan meluruskan kembali rencana pendapatan dan pembiayaan yang telah disusun pada APBD Kota Depok.

Komentar

Berita lainnya