oleh

Walikota Depok: Jabatan Staf Ahli Bukan “Tempat Peristirahatan”

Wali Kota Depok Mohammad Idris saat melantik 246 pejabat ASN Depok di Aula Teratai Balai Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (19/8)
Wali Kota Depok Mohammad Idris saat melantik 246 pejabat ASN Depok di Aula Teratai Balai Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (19/8)

DEPOK – Sejumlah jabatan┬ákepala dinas pada dinas-dinas yang bersentuhan dengan kepentingan umum mengalami pergantian posisi.

Sejumlah nama yang sempat “tenggelam” menjadi staf ahli pada era Wali Kota Nur Mahmudi Ismail, kini kembali mendapatkan posisi jabatan strategis. Seperti Herman Hidayat yang menjabat sebagai Asisten Ekonomi, Pembangunan, dan Sosial dan Nunu Heriyana yang diplot menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan.

Masuknya nama-nama yang sebelumnya berada di jabatan staf ahli sekaligus membuktikan bahwa jabatan tersebut bukan “tempat buangan”.

BACA JUGA:  Kampanye Pilkada 2020 Harus Terapkan Protokol Ketat

“Staf ahli bukan tempat peristirahatan. Kami ingin mengubah paradigma ini. Saya ingin staf ahli jadi “dapur” untuk menyelesaikan persoalan pembangunan di kota ini,” ujar Idris usai pelantikan 246 pejabat yang mengisi posisi baru di lingkungan Pemkot Depok, Jumat (19/8) sore.

Dikatakan Idris, pelantikan dan mutasi harus dimaknai sebagai sebagai kepentingan organisasi. Bukan sekedar penempatan pejabat semata.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Apresiasi Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Depok

“Pelantikan dan mutasi adalah bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan kapasitas sekaligus upaya penyehatan dan peningkatan kinerja,” tegasnya

Dirinya juga meminta para ASN yang dilantik agar bersedia menimba ilmu, berkoordinasi, dan bertukar pengalaman dari pemimpin sebelumnya agar dapat mencapai kinerja maksimal untuk memimpin di tempat baru. (San/Depokpos)

Komentar

Berita lainnya