oleh

Wakil Wali Kota Depok Minta Warga Melapor Jika Ada Korban Calo PPDB

Ilustrasi. (ist)
Ilustrasi. (ist)

DEPOK – Hingga saat ini Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengatakan bahwa pihaknya belum menerima adanya laporan pengaduan dari orangtua siswa yang menjadi korban praktik percaloan siswa titipan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

“Kalau ada segera laporkan, kami siap perkarakan, akan kami tindaklanjuti dan tentunya akan kami bantu membawa ke ranah hukum,” tutur Pradi pada Minggu (7/8/2016).

BACA JUGA:  Lakukan Kegiatan Positif Agar Tak Gampang Stres

Ia menegaskan, kalau memang ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan, maka Pemerintah Kota Depok menerima laporan dan tak segan untuk membawa hal ini ke ranah hukum.

“Untuk itu seharusnya PPDB berlangsung jujur dan bersih. Kalau ada yang tidak diterima di sekolah negeri maka bisa di sekolah swasta. Kalau mereka adalah anak tak mampu maka kami bisa membantu subsidi untuk biaya sekolah mereka di sekolah swasta yang didanai dari APBD Kota Depok,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kantor Kelurahan Panmas Ditutup Hingga 11 September

Pradi melanjutkan, jika dirinya dan Wali Kota Depok Mohammad Idris tetap tegas dan konsisten menjalankan pakta integritas dalam proses PPDB.

“Adanya pakta integritas tersebut merupakan kepastian agar PPDB berjalan jujur dan bersih serta tidak ada jalur titipan,” tegas Pradi.

Pardi mengakui jika sekolah negeri di Depok masih sangat terbatas. Maka itu, nantinya Pemkot Depok akan terus berupaya untuk menambah jumlah sekolah negeri.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Apresiasi Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Depok

“Pemkot Depok akan segera meprioritaskan untuk menambah jumlah sekolah negeri. Prioritas utama adalah SMAN yang memang sangat kurang,” papar Pradi. (Claudia/Depokpos)

Komentar

Berita lainnya