oleh

Tak Tahan di Bully, Pelajar Laporkan Pelaku Ke Polresta Depok

Ilustrasi.
Ilustrasi.

DEPOK – Kasus bully di kalangan pelajar kembali terjadi. Kemarin (9/8) malam, seorang pelajar bersama orangtua melaporkan kepada pihak kepolisian Polresta Depok. Ia mengaku bahwa ia selalu dibully dan dipukuli oleh teman sekelasnya.

Korban berinisial HS (17), pelajar kelas 3 SMA swasta di daerah Pancoran Mas, Depok ditemani kedua orang tuanya melaporkan Im(17) atas kasus pengeroyokan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polresta Depok. Korban melaporkan Im ke polisi, karena sudah berbulan-bulan dirinya selalu menjadi korban bully, bahkan dipukuli dengan 10 temannya.

Korban mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi sejak ia dan pelaku satu kelas. Saat itu, Im hendak memasukkan buku ke tas. Entah apa yang sedang ia pikirkan, Im tiba-tiba menendang kursi. Kemudian, tindakan tersebut mendapat teguran dari Ji(17) yang merupakan rekan HS.

BACA JUGA:  Dinkes Depok Kembali Peringatkan Masyarakat Disiplin Prokes

Beberapa saat kemudian, Ji dan Im terlibat adu mulut. Im tidak suka dengan teguran yang diberikan oleh Ji. Saat mereka sedang adu mulut, HS pun melerai mereka dan mengatakan kepada Im agar tidak membuat keributan.

“Kayak jagoan saja,” ujar Ji, sambil menirukan perkataan HS di SPK Polresta Depok.

Setelah kejadian tersebut, ternyata Im tidak terima dengan teguran HS dan langsung mencekik leher HS dengan tangan kiri. Sedangkan, tangan kanan Im digunakan untuk memukul HS, tetapi tidak parah.

“Saya berhasil mengindar dan saya pun membalas pukulan itu,”tandas HS.

Tak selesai disitu, mereka pun ternyata harus masuk ke ruang Bimbingan Konseling(BK) untuk dinasehati dan diberi peringatan dengan SP.

BACA JUGA:  Perolehan PBB Kota Depok Tahun 2020 Lampaui Target

“Saya dan dia sepakat tidak memperpanjang masalah. Cukup selesai di ruang BK aja. Tak mau sampai di luar sekolah,”tuturnya.

Akan tetapi, ternyata Im masih menyimpan dendam. Ketika jam pulang sekolah usai, HS dan Ji dihampiri oleh HS di parkiran sekolah.

“Lalu kami dihampiri Im. Dia memaksa untuk kami mengikuti dia. Kami mendapat paksaan,” tambah HS.

Lebih lanjut, HS pun mengaku bahwa ia sempat menolah paksaan Im, tetapi malah motor HS ditendang oleh Im. Karena merasa dibawah tekanan, korban pun menuruti kemauan Ji.

“Kami lalu diikuti sekitar enam motor yang semuanya berboncengan. Saya kenal kok. Mereka juga bersekolah di tempat saya,”jelasnya.

BACA JUGA:  Perolehan PBB Kota Depok Tahun 2020 Lampaui Target

Im membawa mereka sekitar Jalan Bungur, Pancoranmas. Kemudian, HS pun kembali menjadi bulan-bulanan Im beserta teman-temannya yang tadi.

“Saya tidak bisa membantu karena ditahan dengan teman-temannya Im,” pungkas Ji.

HS mendapat luka lebam di wajahnya. Tidak terlalu parah, namun cukup untuk menjerat Im ke pihak kepolisian.

“Saya tidak terima anak saya dikeroyok seperti itu,” pungkas ibunda HS, Rasmalem Tarigan.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho menambahkan laporan korban ditangank unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA).

“Laporan korban masih akan kita periksa dahulu dengan melakukan BAP, mengumpulkan saksi dan bukti jika bersalah pelaku dapat ditangkap,” pungkasnya. (Mitha Try/Depokpos)

Komentar

Berita lainnya