oleh

Pemkot Depok Larang Jual Hewan Kurban di Jalan Margonda

Ilustrasi.
Ilustrasi.

DEPOK – Hari Raya Idul Adha sudah semakin dekat, penjual hewan kurban mulai menjamur di seluruh sudut kota. Akan tetapi, Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Depok membuat larangan bagi penjual hewan kurban untuk menjajakan hewan-hewannya di jalur protokol Kota Depok yaitu Margonda. Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Distankan Kota Depok, Ety Suryahati.

“Untuk jalur hijau dan jalan protokol seperti Margonda dan Juanda itu tidak boleh ada penjual hewan kurban. Kami telah layangkan surat imbauan kepada Lurah dan Camat,” tutur Ety.

BACA JUGA:  Kantor Kelurahan Panmas Ditutup Hingga 11 September

Dirinya mengaku kesulitan untuk memantau para pedagang yang berjualan di jalur hijau yang jelas-jelas dilarang.

“Itu jalur hijau dan sangat mengganggu lalu lintas, karena padat lalu lintas. Pemerintah telah memberikan imbauan untuk itu, berbahaya dan beresiko kalau-kalau ada kejadian kambing atau sapinya lepas,” sambung Ety.

Ia melanjutkan, pihaknya juga akan melakukan sidak ke lapak-lapak penjual hewan kurban mulai H-10 Hari Raya Idul Adha. Dalam sidak itu nantinya Distankan juga akan memeriksa kesehatan hewan kurban yang dijual.

BACA JUGA:  Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor Kelurahan Bojongsari Ditutup Sementara

“Jika layak dan sudah diperiksa kesehatannya maka kami beri lebel atau tanda sehat yang dipasang di kuping hewan kurban yang dijual. Kemudian lapak yang sudah diperiksa juga akan kami berikan kartu bahwa lapak tersebut telah diperiksa oleh Distankan,” paparnya.

Ety menambahkan, jika tahun lalu jumlah lapak penjual hewan kurban di Depok mencapai 400 lapak yang tersebar di 11 kecamatan. Pihaknya belum bisa memastikan apakah bertambah atau berkurang jumlah lapak pedagang hewan kurban pada tahun ini. (Claudia/Depokpos)

Komentar

Berita lainnya