oleh

Klaim TNI AU Tak Lakukan Pemukulan Dibantah Rekaman CCTV

1CCTV.jpg

DEPOKPOS – Pernyataan pihak TNI AU yang membantah para prajurit TNI AU Lanud Soewondo Medan melakukan pemukulan terbantahkan. Klaim tersebut dipatahkan oleh rekaman kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) yang terpasang di Masjid Al Hasanah.

Sebelumnya Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Soewondo, Mayor Sus Jhoni Tarigan membantah telah terjadi pemukulan terhadap warga.

“Tidak ada pemukulan. Anggota kami tidak ada memukul apa pun,” kata Jhoni.

Dalam rekaman berdurasi 1 jam 24 menit 54 detik yang potongannya telah tersebar luas di media sosial itu, personel TNI AU terekam kamera melakukan pemukulan secara brutal terhadap warga.

BACA JUGA:  Indahnya Berbagi dalam Berkarya, dari Seniman untuk Seniman

Pada salah satu frame, tampak seorang pemuda ditarik sejumlah oknum TNI dari dalam masjid. Pemuda itu sempat berusaha melarikan diri melawan arah. Namun, dia seperti terkepung dan kembali ke depan masjid.

Kerumunan prajurit yang berkumpul di depan masjid pun menendang dan memukulinya dengan pentungan. Dia terus dipukuli hingga pukul 16.19 WIB. Pria itu pun selamat setelah berusaha masuk ke area masjid. Seorang prajurit yang menggunakan tameng tampak menghalau rekan-rekannya untuk masuk ke dalam halaman masjid.

BACA JUGA:  Wadahi Pemuda Pemantik Kemajuan, BAKTI NUSA Gelar Future Leader Challenge (FLC) 2020

Prajurit TNI itu pun tampak berulang kali masuk ke halaman masjid. Sebelumnya, pada pukul 16.17 WIB, seorang laki-laki paruh baya yang merupakan jamaah, tampak ditarik dari dalam halaman masjid. Pria berkopiah putih itu ditarik oleh seorang oknum TNI. Kerah baju bagian belakangnya ditarik layaknya mengangkat seekor kucing.

Bahkan pada salah satu adegan, tampak seorang oknum anggota TNI AU yang melakukan pengrusakan terhadap kotak amal masjid.

Rekaman CCTV ini sekaligus membantah pernyataan Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Soewondo, Mayor Sus Jhoni Tarigan.

BACA JUGA:  Kemenperin Beri Pelayanan Sertifikasi SNI Industri Sepeda Nasional

Aksi unjuk rasa di Jalan SMA 2, Sari Rejo, Medan Polonia, Senin (16/8), berujung ricuh. Kericuhan antara warga Sari Rejo dan TNI AU itu berawal saat warga melakukan aksi unjuk rasa menolak pemasangan patok yang dilakukan TNI di atas lahan milik warga.

Sebanyak sepuluh orang terdata luka akibat dipukul dan diinjak, termasuk dua wartawan. Lima di antara warga yang dilarikan ke RSU Mitra Sejati Medan pun mengalami luka tembak.

Komentar

Berita lainnya