oleh

Kena Gusur Satpol PP, PKL Cilodong: “Ternyata biar bayar retribusi, kami tetap dianggap liar”

Ilustrasi penertiban yang dilakukan Satpol PP Kota Depok.
Ilustrasi penertiban yang dilakukan Satpol PP Kota Depok.

DEPOK – Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Situ Cilodong di Jalan Abdul Gani, Kalibaru, Cilodong, Depok, dibongkar petugas gabungan dari Satpol PP Depok, Kepolisian dan TNI, Kamis (25/8/2016).

Semua bangunan yang dibongkar dibuat dengan kayu, bilik dan triplek serta beratap terpal. Rata-rata pedagang yang berjualan di sana adalah pedagang berbagai jenis makanan dan minuman.

BACA JUGA:  Gubernur Siapkan Skenario Penanganan Covid-19 di Depok Jika Terus Meningkat

Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Satpol PP Depok, Welman, menuturkan pihaknya sudah mengirimkan surat peringatan ke semua pedagang sebanyak tiga kali serta surat perintah bongkar, sejak dua bulan lalu.

Sejumlah PKL di Situ Cilodong mengaku sudah menerima surat peringatan berkali-kali dan surat perintah bongkar pekan lalu.

Namun mereka mengaku terpaksa tetap berjualan di sana karena tidak ada alternatif tempat berjualan lain.

BACA JUGA:  Pelaku Usaha Tak Taat Pembatasan Aktivitas Warga, Bakal Kena Denda 25 Juta

“Selain itu, kami tetap dikenai uang kebersihan Rp 5 Ribu perhari, yang katanya untuk petugas kebersihan di sini,” kata Dedi, pedagang minuman segar di Situ Cilodong.

Karenanya ia tak menyangka lapaknya dibongkar petugas. “Ternyata biar bayar retribusi kebersihan, kami tetap dianggap liar,” katanya.

Komentar

Berita lainnya