oleh

Dua Wartawan Terkapar Jadi Korban Kebrutalan Oknum TNI AU

Array A Argus, wartawan Tribun Medan saat mendapat perawatan di IGD RS Mitra Sejati. Array dan Andri Safrin wartawan MNC TV mengalami luka akibat dianiaya oknum TNI AU. (Tribun Medan/Ryan Achdiral Juskal)
Array A Argus, wartawan Tribun Medan saat mendapat perawatan di IGD RS Mitra Sejati. Array dan Andri Safrin wartawan MNC TV mengalami luka akibat dianiaya oknum TNI AU. (Tribun Medan/Ryan Achdiral Juskal)

Dua wartawam di Medan menjadi korban arogansi oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dan Paskhas Lanud Suwondo Medan. Adalah Array Argus wartawan Tribun Medan (Tribunnews.com network) dan Andri Safrin wartawan MNC TV menjadi korban keberingasan TNI AU dan Paskhas Lanud Suwondo.

Kedua wartawan tersebut awalnya meliput aksi massa dari warga Sarirejo yang ingin mempertahankan tanah mereka yang ingin dijadikan rusunawa. Dengan seketika, Array, Andri Safrin dan beberapa wartawan lainnya diserang TNI AU dan Paskhas Lanud Suwondo.

BACA JUGA:  Kemenag Segera Siapkan Naskah Khutbah Jum'at di Masjid-masjid

Dengan menggunakan kayu, pentungan, tombak dan laras panjang, mereka menarik, memukuli serta menginjak-injak wartawan.

“Awalnya saya mau wawancara ibu-ibu warga sana. Lagi duduk di sebelah ibu itu, saya ditarik, dihantam kayu broti itu, diseret-seret dan dipijak-pijak,” kata Array.

Wartawan Tribun Medan ini, sudah menyatakan dirinya merupakan wartawan, tapi TNI AU dan anggota Paskhas tersebut secara brutal terus melakukan pemukulan.

BACA JUGA:  Kompetisi MOFP 2020 Cetak Desainer Fesyen Muslim Berbakat

“Aku sudah teriak, aku wartawan! aku wartawan! sambil menunjukkan identitasku. Tapi orang itu bilang, gak urus! Gak urusan saya itu! dan terus menyeret serta menginjak-injak,” ungkapnya.

Kedua wartawan tersebut akhirnya dilarikan ke ruang IGD RS Mitra Sejati Medan.

Komentar

Berita lainnya