oleh

Disdukcapil Kota Depok Cetak Puluhan Ribu KTP Elektronik

Ilustrasi.
Ilustrasi.

DEPOK – Kesabaran Warga Kota Depok dalam menunggu e-KTP  kini terjawab sudah. Sebanyak 62.000 e-KTP akan dicetak di masing-masing kelurahan. Hal tersebut terjadi karena telah tersedia pasokan blanko yang selama ini menjadi kendala dalam proses cetak e-KTP.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Depok, Misbahul Munir mengatakan bahwa pihaknya telah siap mencetak 62.000 e-KTP. Pihaknya menyediakan 2.400 keping blanko bagi warga yang memerlukan untuk kepentingan darurat.

”Ketersediaan ada 2.400 keping yang diperkukan untuk kepenting urgent (darurat). Jadi siapapun masyarakat yang membutuhkan segera pencetakan KTP elektronik, dapat datang ke Disdukcapil Kota Depok,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pilkada Depok 2020: Pradi-Afifah Nomor Urut 1, Idris-Imam Nomor Urut 2

Lebih dalam, Ia pun menjelaskan bahwa warga dapat datang ke Kantor Disdukcapil yang berada di Balaikota Depok, dengan membawa Kartu Keluarga yang asli. Lalu, mulai Senin (8/8) pihaknya akan melakukan pencetakan massal di 63 kelurahan, dengan tambahan 60.000 keping blanko.

”Pencetakan massal di 63 Kelurahan ini bagi warga yang sudah merekam KTP elektronik. Tetapi belum dicetak karena terkendala kehabisan blanko beberapa waktu lalu,”jelasnya.

BACA JUGA:  Pelanggar Protokol Kesehatan Masih Tinggi, Pemkot Depok Tingkatkan Pengawasan

Dengan demikian, proses pencetakan e-KTP dapat berjalan lancar seperti biasa.

”62.000 itu termasuk 2.400 keping blanko yang ada, kemudian ada tambahan 60 ribu keping blanko yang digunakan untuk pencetakan KTP yang statusnya print ready record atau yang sudah melaksanakan perekaman, namun KTP elektroniknya belum jadi,”pungkasnya.

Munir pun menambahkan, semua KTP elektronik berlaku seumur hidup meski sebagian besar KTP elektronik yang beredar terdapat tanggal kadaluarsa.

BACA JUGA:  Idris Ajak Warga Depok Baca Qunut Nazilah dan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

”KTP elektonik atau E-KTP berlaku seumur hidup, walaupun tertera 2017 dalam kolom masa berlaku, itu harus dibaca seumur hidup. Bisa diganti dengan catatan ada pergantian elemen data atau hilang, maka dapat diganti jadi status dalam kolom berlakunya seumur hidup,” tutupnya. (Mitha Try/Depokpos)

Komentar

Berita lainnya