oleh

Buntut Kekerasan Terhadap Wartawan, Ratusan Jurnalis Medan Tuntut Danlanud Soewondo Mundur

(Foto: Wahyudi Aulia Siregar/Okezone)
(Foto: Wahyudi Aulia Siregar/Okezone)

DEPOKPOS – Ratusan jurnalis dari berbagai organisasi pers (PWI, AJI, IJTI, PFI, FJPI, AMCI) yang tergabung dalam Forum Jurnalis Medan (FJM), menggelar aksi unjuk rasa di depan bundaran Imam Bonjol, Kota Medan, Selasa (15/8/2016).

Mereka berunjukrasa dalam rangka mengecam aksi kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah prajurit TNI Angkatan Udara dari Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo Medan, terhadap dua orang jurnalis saat terjadi bentrok antara TNI AU dan warga di kawasan Sari Rejo, kemarin.

BACA JUGA:  Guru Agung: Indonesia Butuh Pemuda Unggul, Adaptif, dan Strategis!

Dua jurnalis yang menjadi korban penganiayaan yakni Andri Syafrin Purba dari MNC TV dan Array Argus dari Harian Tribun Medan. Keduanya sampai dirawat di RS Mitra Sejati Medan. Dalam aksinya, ratusan jurnalis itu membawa poster berisi tuntutan mereka kepada TNI AU.

Termasuk tuntutan kepada Panglima TNI, Gatot Nurmantyo untuk mencopot Komandan Lanud Soewondo Medan, Kolonel Pnb Arifien Sjahrir. Arifien dinilai menjadi orang yang paling bertanggungjawab atas penyerangan tersebut.

BACA JUGA:  Dian Sastro Kunjungi Mahasiswa dan Pelajar Secara Daring Melalui M-Class

“Copot Danlanud Soewondo,” teriak Ryan Juskal, orator aksi jurnalis.

Usai menggelar aksi di Bundaran Imam Bonjol Medan, massa aksi jurnalis kemudian bergerak ke Markas Komando Operasi Lanud Soewondo yang berjarak beberapa ratus meter dari bundara imam bonjol. Di depan Markas Operasi Lanud Soewondo para jurnalis kembali melakukan orasi meminta Danlanud Soewondo dicopot.

BACA JUGA:  IndonesiaNEXT 2020 Siap Cetak SDM Unggul Penggerak Roda Kemajuan Bangsa

“Pencopotan harga mati,”ungkap Fahrizal orator lainnya.

Selain beroperasi, massa aksi juga melakukan aksi peletakkan karangan bunga di depan Markas Operasi Lanud Soewondo. Para jurnalis juga mengibarkan bendera setengah tiang, sebagai simbol matinya nurani aparat TNI AU.

Komentar

Berita lainnya