oleh

Tunjangan PNS Depok Akan Dihapus Jika Bolos Setelah Libur Lebaran

Ilustrasi PNS.
Ilustrasi PNS.

DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengancam akan menghapus tunjangan pegawai negeri sipil (PNS) yang bolos kerja setelah libur Lebaran.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Depok Sri Utomo yang mengatakan penghapusan tunjangan akan diberlakukan jika jumlah total ketidakhadiran PNS yang bersangkutan pada tahun ini telah mencapai 15 kali. Jika kurang dari itu, maka PNS yang bersangkutan hanya mengalami pemotongan tunjangan.

BACA JUGA:  Patuhi Protokol Kesehatan, Idris-Imam Daftar KPU Tanpa Libatkan Massa

“Nanti diakumulasikan dengan jumlah ketidakhadiran. Kalau kumulatifnya besar, lebih dari 15 hari, tunjangannya tidak keluar,” kata Sri di Balai Kota Depok, Senin (11/7/2016).

Menurut Sri, sanksi berupa penghapusan atau pemotongan tunjangan hanya akan dikenakan kepada PNS yang tidak hadir tanpa keterangan.

Lebih lanjut, Sri juga memastikan sanksi tersebut tidak akan dikenakan kepada PNS yang tidak hadir dengan menyertakan alasan.

BACA JUGA:  Jelang Munas V(irtual) Hidayatullah Gelar Berbagai Acara

“Kami akan cek dulu alasan ketidakhadirannya karena apa. Kalauk sakit ya tidak ada sanksi. Kalau tanpa keterangan, kami akan tanya tanpa keterangannya karena apa,” ujar dia.

Seperti pegawai pada instansi pemerintah yang lain, pegawai Pemkot Depok kembali bekerja pada hari ini. Dimulainya kembali aktivitas birokrasi di Pemkot Depok ini diawali dengan upacara pagi yang dihadiri ratusan PNS.

Komentar

Berita lainnya