oleh

Sambut Lebaran, Tukang Ojek Citayam Kenakan Pakaian Khas Betawi

Sambut Idul Fitri, para pengojek di Citayam, Depok, mengenakan pakaian khas pendekar Betawi. (Foto Liputan6.com/Ady Anugrahadi)
Sambut Idul Fitri, para pengojek di Citayam, Depok, mengenakan pakaian khas pendekar Betawi. (Foto Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

DEPOK – Ada pemandangan tak biasa ketika melintasi Stasiun Citayam, Depok, Jawa Barat. Puluhan pria tampak mengenakan pakaian khas pendekar Betawi.

Mereka adalah pengojek yang tergabung dalam Jasa Transportasi Citayam (Japaci) yang mangkal tepat di depan pintu keluar Stasiun Citayam. Aksi para pengojek ini diakui salah seorang pengojek adalah untuk menyambut libur Lebaran. Bila sehari-hari, mereka berpakaian biasa tanpa pernak-pernik bak pendekar Betawi.

“ini yang kita pakai merupakan pakaian adat Betawi asli,” ujar Rusli alias Alay, pengurus Panguyuban Japaci, Kamis (7/7/2016).

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Apresiasi Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Depok

Menurut dia, pakaian khas Si Pitung memang selalu dikenakan anggotanya di hari-hari besar. Tujuannya adalah untuk melestarikan budaya Betawi di Kota Belimbing tersebut.

“Untuk mengenalkan kalau Depok adalah bagian dari masyarakat Betawi dan budaya Betawi jangan ditinggalkan,” ujar Rusli.

Dengan pakaian yang dikenakan para pengojek, banyak warga yang ingin berfoto bersama mereka. Diakui mereka, dengan pakaian khas tersebut pengehasilan para pengojek meningkat ketimbang hari-hari biasanya.

BACA JUGA:  Paslon Pilkada Harus Perhatikan Protokol Kesehatan Saat Kampanye

“Alhamdulillah selama pakai-pakaian adat ini kita semua ada penambahan penumpang, sekitar 30 sampai 50 persen,” ungkap Rusdi.

Komentar

Berita lainnya