oleh

Pemkot Turun Langsung Cegah Tawuran Pelajar

Ilustrasi tawuran pelajar. (youtube)
Ilustrasi tawuran pelajar. (youtube)

DEPOK – Maraknya tawuran pelajar di Kota Depok mendapat perhatian khusus dari Pemkot Depok. Kepala Seksi SMK Dinas Pendidikan Kota Depok, Yana Suryaman membenarkan hal tersebut.

Dirinya menuturkan bahwa Direktorat, Inspektorat, dan Lembaga Penjamin Mutu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, bahkan memantau langsung dan mengawasi sekolah yang sering terlibat tawuran di Kota Depok.

“Mereka turun sejak Juni kemarin sampai tiga hari pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah. Bahkan, sampai tuntasnya pelaksanaan MPLS,”tuturnya pada Kamis (21/7).

BACA JUGA:  Pelaku Usaha Tak Taat Pembatasan Aktivitas Warga, Bakal Kena Denda 25 Juta

Ia juga mengatakan bahwa Pemerintah Pusat turun langsung guna mengawasi dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jalan Raya Sawangan. Pasalnya, sekolah tersebut sering terlibat tawuran. Sebab, setiap tahunnya selalu ada salah satu pelajar dari kedua sekolah tersebut kerap melakukan aksinya.

“Kalau ada yang tidak benar dalam mutu pendidikan, kemungkinan izin operasional sekolah tersebut akan dihentikan sementara,”katanya.

Yana pun menegaskan bahwa sekolah yang sering terlibat dengan tawuran telah mendapatkan sanksi sosial.

BACA JUGA:  Ridwan Kamil Apresiasi Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Depok

“Sekolah yang sering tawuran sudah mendapatkan sanksi sosial,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ia pun mengatakan bahwa Dinas Pendidikan dan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik ikut mencegah tawuran pelajar di Kota Depok. Bahkan, polisi dan TNI pun dikerahkan untuk mencegah tawuran pelajar.

Dinas Pendidikan dan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik mendatangi beberapa sekolah yang rawan tawuran pada saat MPLS berlangsung. Para pelajar diberikan imbauan dan pencerahan mengenai anti kekerasan dan wawasan kebangsaan.

BACA JUGA:  Jelang Munas V(irtual) Hidayatullah Gelar Berbagai Acara

Ia pun menjelaskan bahwa tawuran pelajar di Depok biasanya dilakukan karena adanya provokasi dari pihak senior dan para alumni. Maka dari itu, selama MPLS sudah tidak diperbolehkan lagi adanya keterlibatan OSIS dan alumni.

“Sekarang guru dan lembaga terkait yang menangani siswa di dalam sekolah.Sedangkan, untuk di luar sekolah, kami menyerahkannya kepada pihak kepolisian,”tutupnya. (Mitha Try/Depokpos)

Komentar

Berita lainnya