oleh

Dua Sindikat Narkoba Internasional Nigeria Berhasil Ditangkap Polisi, Salah Satunya Warga Depok

DEPOKPOS – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap dua tersangka sindikat narkoba internasional asal Nigeria. Kasus ini berhasil diungkap karena kerja sama Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dengan pihak Direktorat Bea dan Cukai Kementrian Keuangan. Dalam kasus ini Polisi berhasil menyita 62 kg sabu jenis methamphetamine.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Dharma Pongrekun mengatakan bahwa dua tersangka yang ditangkap merupakan kurir yang merangkap pengedar.

“Ada dua tersangka yang ditangkap. Keduanya kurir merangkap pengedar. Modusnya, sabu dimasukkan ke dalam filter udara alat berat,”ujarnya.

Lebih lanjut, ia pun menjelaskan bahwa pengintaian telah dilakukan selama dua bulan, pada 18 Juli, penyidik Bareskrim mendapatkan informasi mengenai adanya pengiriman paket narkoba oleh sindikat narkoba jaringan Nigeria melalui Bandara Soekarno-Hatta.

“Tim membuntuti transporter yang membawa methamphetamine,” jelasnya.

Kemudian, pada tanggal 20 Juli, tim berhasil menangkap tersangka berinisial ZL dan MN saat keduanya hendak mengambil paket narkoba di Gerbang Tol Cibubur Utama. ZL(44) adalah warga yang tinggal di Citayam, Depok dan MN (46) adalah warga Bireun. Keduanya adalah kurir dan pengedar narkoba.

“Keduanya ditangkap di Gerbang Tol Cibubur Utama Kilometer 14. Dari tersangka, kami menyita methamphetamine sebanyak 33,5 kilogram yang disimpan dalam empat buah filter udara alat berat,”tuturnya.

Setelah itu, berdasarkan informasi dari kedua tersangka, pada 25 Juli, tim berhasil mengamankan kiriman paket sebesar 28,5kg narkoba jenis methamphetamine di Bandara Soekarno-Hatta.

Dharma pun menuturkan bahwa modus pengiriman paket yang dilakukan kedua tersangka itu sama, yaitu mereka melakukan pengiriman paket narkoba dengan cara menyembunyikannya dalam tiga filter udara alat berat dan satu bungkus sereal, kemudian dikemas dalam dua buah peti kayu.

“Paket narkoba ini diketahui berasal dari Kamerun, lalu transit di Turki, baru menuju Cengkareng,” tuturnya.

Dharma pun menambahkan bahwa sindikat ini dikenalikan oleh seorang warga negara Nigeria. Menurut informasi yang digali dari kedua tersangka, ia juga mengatakan bahwa paket tersebut rencananya akan dibawa ke gudang di daerah Citayam, Depok, Jawa Barat.

Atas perbuatan tersebut, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 Juncto dan Pasal 112 Ayat 2 Juncto Pasal 132 Ayat 1 UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (Mitha Try/Depokpos)

Komentar

Berita lainnya