oleh

Bocah 10 tahun Diculik dan Disekap di Puncak

Ilustrasi.
Ilustrasi.

DEPOK – Penculikan dan penyekapan terhadap bocah dibawah umur kembali terjadi, kali ini korbannya adalah seorang bocah yang baru berusia 10 tahun.

Pelaku juga diduga berupaya mencabuli korbannya yang masih dibawah umur ini setelah lebih dulu menyekapnya di sebuah vila di kawasan Puncak, Bogor.

Kasus ini terungkap setelah warga yang curiga dengan tangisan korban dari balik vila. Warga kemudian menggerebek pelaku, yang diketahui berinisial MA (26).

Kapolresta Depok, Komisaris Besar Harry Kurniawan, mengungkapkan dalam aksinya pelaku mengincar korban yang sedang berada di lokasi wisata.

BACA JUGA:  Kantor Kelurahan Panmas Ditutup Hingga 11 September

“Jadi, saat itu korban sedang berada di wahana bermain anak di kolam renang di kawasan Cilodong, Depok. Di situlah pelaku merayu korban, mengajaknya jajan ke sebuah minimarket. Dengan iming-iming jajanan, korban akhirnya mau,” kata Harry kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin 11 Juli 2016.

Setelah berhasil merayu korbannya ke luar dari lokasi wisata, pelaku ternyata tidak membawanya ke minimarket melainkan di bawa ke arah Puncak, Bogor.

BACA JUGA:  Paslon Pilkada Harus Perhatikan Protokol Kesehatan Saat Kampanye

“Ternyata dijajaninnya di minimarket di sana, di Puncak. Setelah itu, korban dibawa ke sebuah vila jam-jaman. Karena korban terus merengek (nangis), membuat curiga pihak keamanan setempat. Akhirnya, oleh keamanan dan warga digerebek dan diserahkan ke Polsek Cisarua,” tutur Kapolres.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok. Sedangkan korbannya berinisial F sampai saat ini masih syok berat.

“Pelaku sudah kami amankan. Ini sedang kami periksa terus. Dia mengakui telah membawa korbanya. Korban saat ini masih trauma,” kata Kanit PPA Elly Padiansari.

BACA JUGA:  Lakukan Kegiatan Positif Agar Tak Gampang Stres

Lebih lanjut, Elly mengatakan, dari hasil penyelidikan ini pihaknya akan melakukan pengembangan lebih dalam. Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Ini yang sedang kami usut, apakah yang bersangkutan termasuk predator seks yang biasa mengincar korbannya anak-anak atau bukan. Sebab, beberapa waktu lalu kami juga mendapati laporan serupa dengan modus dan gaya yang nyaris sama,” ujar Elly.

Komentar

Berita lainnya