oleh

Walikota Apresiasi TMMD ke-96 Kodim 0508 Depok

2016-06-03 tup tmmd depok.jpgDEPOK – Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TTMD) ke-96 yang telah dilakukan di Kelurahan Bojongsari Baru, Bojongsari dan Curug, Kecamatan Sawangan dinilai membawa nilai positif bagi masyarakat, apalagi ada perbaikan jalan dan lima rumah warga miskin.

“Jelas kegiatan TTMD sangat membantu dan dinantikan bagi pemerintah daerah khususnya Kota Depok yang masih memiliki sekitar 2000 rumah tak layak huni (RTLH),” kata Walikota Depok Muhammad Idris, Kamis (2/6).

Dalam kesempatan itu, Walikota Idris didampingi Irdam Jaya, Kolonel Arm. Broto Ginchayo dan Komandan Kodim 0508, Letkol Inf. Slamet Supriyanto saat penutupan TTMD di Kota Depok.

BACA JUGA:  Pilkada Depok 2020: Pradi-Afifah Nomor Urut 1, Idris-Imam Nomor Urut 2

Program ini tentunya memiliki banyak manfaat serta keuntungannya baik untuk Pemkot Depok, TNI dan masyarakat. Bahkan, jika pemkot melakukan perbaikan rumah warga miskin yang diperkirakan mencapai ratusan juta dengan kegiatan TTMD anggaran dapat diperkecil cukup banyak.

“Ada lima rumah warga miskin yang diperbaiki anggota TNI melalui program TTMD ini bersama masyarakat sekitar ternyata dana yang dikeluarkan hanya Rp 25 hingga 40 juta/unit saja kalau melalui anggaran resmi tentunya bisa mencapai ratusan juta setiap unitnya,” tuturnya.

BACA JUGA:  Pelanggar Protokol Kesehatan Masih Tinggi, Pemkot Depok Tingkatkan Pengawasan

Sementara itu, Irdam Jaya Kolonel Arm. Broto Ginchayo, menambahkan kegiatan TTMD di Kota Depok tak hanya membantu membangun rumah warga miskin,a tapi juga mengerjakan jalan lingkungan sepanjang 300 meter di Kelurahan Curug.

“Semangat ini merupakan sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa termasuk membantu Pemerintah Daerah dalam menyiapkan dan memperbaiki infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bersama,” tuturnya.

BACA JUGA:  Jelang Munas V(irtual) Hidayatullah Gelar Berbagai Acara

Kegiatan atau program TTMD ini dilaksanakan sejak tahun 1980 an yang dulunya disebut ABRI Masuk Desa (AMD) dan setelah dievaluasi maka dirubah menjadi TTMD yang telah berlangsung selama 35 tahun sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Komentar

Berita lainnya