oleh

Sudah Beroperasi Selama 13 Tahun, Pembuat Vaksin Palsu Raih Laba 100 Juta per Bulan

JAKARTA – Pelaku pembuat vaksin palsu memang terlalu. Mereka memalsukan vaksin dan menjualnya ke Puskesmas hingga klinik kecil di kawasan Jabodetabek. Para pelaku ini sudah beroperasi lebih dari 10 tahun.

“Sejak 2003, jadi sekitar 13 tahun,” kata Direktur Tipid Eksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya, Jumat (24/6).

Bisa dibayangkan, berapa orang yang sudah memakai vaksin palsu itu. Vaksin palsu itu dijual lebih murah dari vaksin asli.

BACA JUGA:  Pendakian Gunung Gede Pangrango Kembali Ditutup

“Tentu sudah banyak yang memakai vaksin palsu ini,” terangnya. Vaksin palsu itu diproduksi untuk vaksin tetanus, BCG, polio, dan lainnya.

Dan keuntungan yang didapat 10 pelaku mulai dari produsen hingga distributor ini cukup lumayan.

“Rp 100 juta untuk pembuat dan Rp 80 juta untuk distributor,” tegas Agung.

Bareskrim Polri membongkar jaringan vaksin palsu. Ini bermula dari laporan sebuah rumah sakit di Bogor yang curiga dengan vaksin yang dikirimkan sebuah distributor. Setelah dicek ternyata palsu dan Bareskrim bergerak hingga menggerebek sebuah rumah di Pondokaren, Tangsel awal pekan ini.

Komentar

Berita lainnya