oleh

KRP: Seni Reog Ponorogo di Jabodetabek Makin Berkembang

Seniman dan pegiat kesenian Reyog Ponorogo dari Jabodetabek berkumpul untuk mengikuti acara Silaturahmi Ramadhan 2016 yang diselenggarakan Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) di Jalan Swadarma Raya, Sukamaju, Depok.
Seniman dan pegiat kesenian Reyog Ponorogo dari Jabodetabek berkumpul untuk mengikuti acara Silaturahmi Ramadhan 2016 yang diselenggarakan Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) di Jalan Swadarma Raya, Sukamaju, Depok.

DEPOK – Para tokoh, seniman dan pegiat kesenian Reyog Ponorogo dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) berkumpul untuk mengikuti acara Silaturahmi Ramadhan 2016 yang diselenggarakan Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) di Jalan Swadarma Raya, Sukamaju, Depok – Jawa Barat, Sabtu (18/6).

Menurut tuan rumah yang juga tokoh Reyog Ponorogo di Depok, Agus Susanto selain tausiyah (ceramah agama), Silaturahmi Ramadhan juga diisi dengan nonton bareng sepakbola Piala Eropa dan sahur bersama.

“Juga dibicarakan perkembangan dan program kesenian tradisional Reyog Ponorogo di Jabodetabek,” kata Agus Susanto yang merupakan Direktur Utama PT Elka Buana Sejahtera, melalui rilis yang diterima depokpos.

BACA JUGA:  Idris Ajak Warga Depok Baca Qunut Nazilah dan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komunitas Reyog Ponorogo (KRP), Suparno Nojeng mengatakan KRP merupakan wadah berhimpun para tokoh, seniman, pegiat dan masyarakat yang berada di Jabodetabek dan sekitarnya, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian dan pemajuan kesenian Reyog Ponorogo.

“Dua grup reyog dari Jabodetabek pernah menjadi juara nasional dengan meraih piala Presiden dalam Festival Reyog Nasional (FRN) yang tiap tahun digelar di Ponorogo. Keduanya bergabung di KRP, yaitu grup Bantarangin dan Singo Suryo Budoyo,” kata Nojeng.

BACA JUGA:  Perketat Protokol Kesehatan, Depok Terbitkan Dua Perwal

Lanjutnya, perkembangan kesenian Reyog Ponorogo di Jabodetabek akhir-akhir ini mulai menunjukkan hasil yang mulai menggembirakan, dibuktikan dengan makin seringnya undangan untuk pentas.

“Namun demikian, perlu dilakukan evaluasi secara berkala dan menyeluruh, baik dari sisi pertunjukan, pelatihannya, manajemen organisasi, maupun kerjasama dengan pihak lain,” pungkas Nojeng.

Komentar

Berita lainnya