oleh

Rawan Praktik Rentenir, 102 Koperasi Tak Aktif di Depok Akan Ditutup

Live Update COVID-19 Indonesia

2.092
Positif
191
Meninggal
150
Sembuh

Live Update COVID-19 Dunia

1.153.016
Positif
61.649
Meninggal
240.120
Sembuh
Ilustrasi. (ist)
Ilustrasi. (ist)

DEPOK – Sedikitnya 102 koperasi tak aktif di Kota Depok akan ditutup karena rawan disalahgunakan untuk praktik rentenir atau praktik menyimpang lain yang merugikan masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar (DKUP) Kota Depok, Matteo Da Silva, Senin (13/6).

“Kami sudah rekomendasikan 102 koperasi tersebut ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, untuk dibubarkan,” kata Matteo kepada wartawan.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Tegaskan Tidak Akan Lockdown

Lebih lanjut Matteo menjelaskan bahwa pihaknya memastikan bahwa koperasi-koperasi tersebut sudah tidak aktif lagi melalui verifikasi yang dilakukan DKUP sejak awal tahun ini.

“Totalnya ada 639 koperasi. Dari jumlah yang ada 408 koperasi masih aktif dan 231 koperasi lainnya tidak aktif. Lalu dari 231 itu, 102 koperasi dipastikan dihapus karena sudah tidak menjalankan kegiatan sama sekali,” jelasnya.

BACA JUGA:  Warga Mekarjaya Lakukan Penyemprotan Disinfektan Secara Mandiri

Ironisnya, dari 408 koperasi yang aktif, hanya 83 koperasi yang menjalankan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Dari 408 koperasi yang aktif, hanya 83 koperasi yang menjalankan Rapat Anggota Tahunan atau RAT. Selama ini koperasi di Depok, jarang ada yang setiap tahunnya melakukan RAT. Selain itu, banyak koperasi yang pengetahuannya masih minim,” kata dia.

Komentar

Berita lainnya