oleh

Pertamina Pastikan Stok Elpiji 3 Kilogram Aman Hingga Lebaran

Ilustrasi elpiji 3 kilogram. (istimewa)
Ilustrasi elpiji 3 kilogram. (istimewa)

DEPOK – Pertamina memastikan memastikan tidak akan ada kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dan menjamin stok aman hingga lebaran.

Meski demikian, jika sampai terjadi kelangkaan stok elpiji 3 kilogrammaka, Pertamina siap melakukan Operasi Pasar (OP).

“Operasi pasar tidak menutup kemungkinan dilakukan jika ada kelangkaan. Namun kami pantau jalur distribusi pangkalan stok elpiji untuk puasa sampai lebaran aman,” kata Senior Sales Representative Rayon VI Pertamina, Herdi Surya Indrawan, Rabu (8/6).

BACA JUGA:  Perketat Protokol Kesehatan, Depok Terbitkan Dua Perwal

Lebih lanjut Herdi mengatakan bahwa pihaknya memberlakukan penambahan fakultatif 290 ribu tabung untuk lima hari kerja di bulan Ramadhan.

“Agar tidak ada kelangkaan kami imbau masyarakat jangan sampai panik beli terlampau banyak,” tegasnya.

Untuk harga, Herdi menegaskan tidak segan untuk menindak tegas para agen jika terbukti menaikkan gas elpiji di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Sanksinya kata dia, maka agen akan diskors untuk tidak mendapatkan pengiriman.

BACA JUGA:  Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor Kelurahan Bojongsari Ditutup Sementara

“Jual di atas HET maka akan kami stop pasokannya, putus hubungan,” tegasnya.

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro menuturkan, secara total diperkirakan penggunaan LPG selama periode ramadhan dan lebaran diperkirakan mencapai 22.652 metrik ton per hari atau 109% dari penggunaan normal.

Puncak penggunaan diperkirakan akan terjadi pada H-9 sampai H-2 Lebaran.

BACA JUGA:  Gubernur Siapkan Skenario Penanganan Covid-19 di Depok Jika Terus Meningkat

“‎Kalau LPG, jangka waktunya agak sedikit panjang karena kondisi pemakaian lebih lama. Kita lihat secara total, 22.652 metrik ton per hari, atau sekitar 109% dari DOT. Karena akan ada peak demand, rata-rata kira-kira H-9 sampai H-2 persiapan untuk Lebaran. Ini yang secara rutin kami pantau dan disediakan secara baik,” katanya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (3/6).

Komentar

Berita lainnya