oleh

Pasar Murah Akan Digelar di 11 Kecamatan di Kota Depok 15-22 Juni

pasar-murah-pemkot-depok.jpg

DEPOK – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok mulai hari ini, Rabu (15/6) mengadakan Pasar Murah di 11 Kecamatan Kota Depok, dalam rangka mengendalikan harga yang ada di Pasaran.

Kegiatan pasar murah ini akan berlangsung hingga 22 Juni 2016 mendatang. “Warga dapat menukarkan kupon sembako murah, dengan harga Rp40 ribu dari harga normal Rp65 ribu,” ujar Kepala Disperindag Kota Depok, Agus Suherman, Rabu (15/6).

Pelaksanaan Pasar Murah direncanakan di dua kelurahan untuk tiap Kecamatan. Disiapkan sebanyak 250 paket tiap 1 titik dengan total 500 paket untuk tiap Kecamatan. Adapun isi di tiap paket antara lain minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, dan sirup.

BACA JUGA:  Jelang Munas V(irtual) Hidayatullah Gelar Berbagai Acara

Untuk pelaksanaan perdana dilaksanakan di Kantor Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Bojongsari. Bulog menyiapkan 160 kilogram daging beku untuk tiap Kecamatan dengan harga murah. “Untuk pembelian daging tidak memerlukan kupon, siapa saja bisa membeli. Serta gula pasir Rp13 ribu per kilogram,” katanya.

Mengambil lokasi di Kelurahan Bedahan dan Kelurahan Cinangka, kecamatan Sawangan, Disperindag Kota Depok menyebar 500 kupon yang bisa dibeli warga dengan harga per paket Rp40 ribu. “Memang biasanya pelaksanaan pasar murah ini kita gilir. Jadi yang tahun ini sudah dijadikan lokasi pasar murah, tahun depan kita usahakan kelurahan lain yang dapat. Supaya merata,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor Kelurahan Bojongsari Ditutup Sementara

Selain Pasar Murah yang digelar Disperindag Depok, di kantor Kecamatan Sawangan juga digelar kegiatan serupa yang digagas Bulog Divre Cianjur. Daging sapi dijual dengan harga Rp85 ribu/kilogram, gula pasir Rp13 ribu, dan minyak goreng seharga Rp11/liter.

Sejak pagi, warga tampak tak sabar hendak memborong barang kebutuhan yang harganya di bawah pasaran tersebut. Namun, setelah diberikan pengarahan dan penjelasan bahwa satu orang terbatas dalam pembeliannya warga kemudian kembali tertib. “Memang awalnya warga sedikit heboh, tetapi hal itu tidak berlangsung lama. Karena dengan kesigapan petugas Bulog dan Panitia dari Kecamatan semuanya dapat kembali terkontrol,” ucap Camat Sawangan, Eko Herwiyanto.

Komentar

Berita lainnya