oleh

OJK: Koperasi Pandawa Ilegal

Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Mandiri Group. (Foto Pojok Satu)
Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Mandiri Group. (Foto Pojok Satu)

DEPOK – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Grup di Depok, Jawa Barat, diduga melakukan bisnis jasa keuangan ilegal.

‎Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tongam Lumban Tobing mengatakan, Pandawa Mandiri hingga saat ini masih menjalankan kegiatan operasionalnya dengan menawarkan bunga kepada nasabah mencapai 10 persen per bulan.

BACA JUGA:  Pelaku Usaha Tak Taat Pembatasan Aktivitas Warga, Bakal Kena Denda 25 Juta

“Ini kami sedang investigasi, bunga 10 persen per bulan itu tinggi dan Pandawa Mandiri itu melayani nasabah bukan hanya anggotanya saja, seharusnya kan koperasi itu hanya untuk anggota saja,” tutur Tongam di Bogor, Sabtu (4/6/2016).

Koperasi yang melayani bukan anggotanya jelas melanggar aturan, dimana peraturan perundangan di Indonesia yakni UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian maka koperasi hanya melayani anggota.

BACA JUGA:  Gubernur Siapkan Skenario Penanganan Covid-19 di Depok Jika Terus Meningkat

Tongam mengingatkan kepada masyarakat agar berhati-hati menyimpan atau menginvastasi uangnya kepada koperasi atau perusahaan yang menawarkan imbal hasil tinggi tanpa ada risiko, apalagi tidak memiliki izin dari OJK.

“Untuk anggotanya dan nilainya kami belum tahu jumlahnya, masih dalam proses investigasi,” ucap Tongam.

Komentar

Berita lainnya