oleh

Kementan: Daging Sapi Beku Impor Sehat untuk Dikonsumsi

891466141507.jpg

DEPOK – Kementerian Pertanian (Kemtan) menjamin daging sapi beku yang kini marak dijual dalam operasi pasar yang dilalukan oleh Bulog aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian Sri Mukartini mengatakan, daging beku halal untuk dikonsumsi karena daging impor ini berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH) yang telah disetujui oleh Kementerian Pertanian.

“Pemerintah telah mengirimkan tim untuk melakukan penilaian negara. Jika semua baik maka barulah proses importasi dilakukan,” ujar Sri di Lapangan Balaikota Depok, Jawa Barat dalam acara Public Awareness Kesehatan Masyarakat Veteriner 2016, Jumat (17/6).

BACA JUGA:  IndonesiaNEXT 2020 Siap Cetak SDM Unggul Penggerak Roda Kemajuan Bangsa

Pengawasan yang dilakukan oleh Kemtan untuk produk impor daging sapi beku ini dilakukan dengan luar biasa ketat dengan pengawasan menyeluruh.

Namun, daging sapi beku kerap kali dikeluhkan oleh para ibu rumah tangga lantaran memasaknya yang rumit karena beku. Sri Mukartini mengungkapkan, daging beku harus dicairkan lebih dahulu sebelum dimasak.

Pencairan dapat dilakukan dengan meletakan daging di bagian bawah kulkas atau pada bagian chiller sehingga kebekuan daging akan mencair dengan sendirinya. “Jangan rendam daging beku di dalam air karena dapat menimbulkan pertumbuhan mikro organisme dan dapat membuat rasa daging menjadi tidak selezat daging sapi segar,” papar Sri.

BACA JUGA:  Peningkatan Sektor UMKM Lokal dengan Sistem E-Commerce

Dalam memilih daging sapi segar, Pakar Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Institut Pertanian Bogor (IPB) drh Triyoso Purnawarman menuturkan empat faktor penting yang harus dicermati oleh konsumen sebelum membeli daging sapi segar yakni warna daging, bau daging, tekstur daging, serabut otot daging.

“Daging sapi berwarna merah cherry. Sedangkan daging babi berwarna merah keabu-abuan. Waspada dalam membeli daging sapi haruslah utuh dan bukan campuran dengan daging babi ataupun daging lainnya. Bau daging sapi dan daging babi pun berbeda. Daging babi aromanya khas,” tutur Triyoso.

Komentar

Berita lainnya