oleh

Jokowi Hadiri Syukuran Hari Lahir Habibie ke-80

BJ Habibie masa muda. (ist)
BJ Habibie masa muda. (ist)

JAKARTA – Presiden ketiga RI BJ Habibie menggelar syukuran hari lahirnya ke-80 di kediaman pribadinya Jalan Patra Kuningan, Jakarta, Sabtu malam, (25/6).

Acara syukuran tersebut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta sejumlah tokoh nasional Jimly Asshidiqqie, Akbar Tandjung, Priyo Budi Santoso, Sohibul Iman, Fahri Hamzah, dan sejumlah publik figur.

“Saya ucapkan selamat ulang tahun ke-80 kepada profesor BJ Habibie, semoga beliau diberikan panjang umur, diberikan kesehatan yang prima,” ujar Presiden Jokowi dalam kesempatan tersebut.

BACA JUGA:  Kolaborasi Telkomsel, Bank Mandiri, dan LinkAja Hadirkan Kemudahan Kredit Usaha bagi UMKM

Presiden Jokowi mengharapkan Habibie tetap memberikan inspirasi dan motivasi kepada rakyat Indonesia, terutama kepada anak muda, dan anak bangsa.

“Karena keteladanan beliau masih diperlukan seluruh rakyat dan bangsa kita,” kata Presiden Jokowi.

Senada dengan Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga berharap Habibie tetap diberikan kesehatan dan sumbangan pikiran kepada segenap rakyat Indonesia.

BACA JUGA:  Guru Agung: Indonesia Butuh Pemuda Unggul, Adaptif, dan Strategis!

“Selamat ulang tahun kepada bapak BJ Habibie. Kita doakan beliau tetap sehat, dan tetap memberikan sunbangan pikiran kepada kita semua,” ujar Jusuf Kalla.

Acara syukuran ulang tahun ke-80 BJ Habibie dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng. BJ Habibie menyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Presiden Jokowi, dan potongan tumpeng kedua kepada Jusuf Kalla.

BACA JUGA:  Jelang Munas V(irtual) Hidayatullah Gelar Berbagai Acara

BJ Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Habibie merupakan Presiden Republik Indonesia yang ketiga, dia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998.

Jabatan Habibie digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999.

Komentar

Berita lainnya