oleh

IHR Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Pengungsi Suriah

Ketua Indonesian Humanitarian Relief Bachtiar Nasur saat konferensi pers, Jumat (24/6)
Ketua Indonesian Humanitarian Relief Bachtiar Nasir saat konferensi pers, Jumat (24/6)

JAKARTA – Lembaga kemanusiaan Indonesian Humanitarian Relief (IHR) diresmikan di Aula Ar-Rahman Qur’an Learning (AQL) Center, Tebet, Jakarta, Jumat, 19 Ramadhan 1437 (24/06/2016).

Ketua Umum IHR, Bachtiar Nasir Lc. mengatakan, dalam peresmian itu, lembaganya sekaligus akan mengirimkan bantuan uang sebesar 100 ribu Dolar Amerika bagi pengungsi Suriah yang berada di Turki.

“Pada Ramadhan kali ini bersama dengan Sinergi Foundation, kita memberikan bantuan kepada pengungsi Suriah yang dalam keadaan menderita,” ujarnya saat konferensi pers.

BACA JUGA:  Kolaborasi Telkomsel, Bank Mandiri, dan LinkAja Hadirkan Kemudahan Kredit Usaha bagi UMKM

Bachtiar menambahkan, dalam penyaluran misi kemanusiaan tersebut, IHR bekerjasama dengan Insani Yardim Vakfi (IHH), lembaga kemanusiaan internasional terbesar asal Turki.

Tidak hanya mengirimkan bantuan, pihaknya juga melakukan misi diplomasi dan aksi. Di antaranya dengan mengunjungi Duta Besar Turki untuk Indonesia, Zakeriya Akcam, di Jakarta dan kantor AFAD (Badan Negara Penanggulangan Bencana) di Istanbul beberapa waktu lalu.

“Aksi diplomasi dan sosial ini untuk meyakinkan pemerintah Turki, sekaligus menunjukkan dukungan kepada AFAD selaku penampung pengungsi terbesar di dunia dengan jumlah sebanyak 3 juta pengungsi,” jelas Bachtiar.

BACA JUGA:  Didin Hafidhuddin dan Adian Husaini Terpilih Pimpin Dewan Da'wah Islamiyah

Selain itu, IHR turut meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk juga berperan aktif dalam menanggulangi krisis kemanusiaan di Suriah.

“Meskipun pemerintah RI cenderung mendukung Rusia dan Cina, tapi tidak ada salahnya membantu para pengungsi,” pungkasnya.*

Seperti diketahui, di bulan Ramadhan ini, krisis kemanusiaan di Suriah makin
terus memburuk. Berdasarkan laporan sejumlah lembaga internasional, blokade secara sistematik oleh rezim Basyar Asad yang didukung Rusia dan Iran serta milisi-milisi setianya terhadap warga sipil Suriah, telah menciptakan kantong-kantong kelaparan yang kian parah.

BACA JUGA:  Wadahi Pemuda Pemantik Kemajuan, BAKTI NUSA Gelar Future Leader Challenge (FLC) 2020

Luka warga Suriah semakin menganga dengan invasi militer negara sekutu rezim di wilayah Aleppo, Idlib, Homs, Ghouta, Latakia, dan sejumlah daerah lainnya.
Hal ini menciptakan gelombang eksodus warga Suriah yang kian besar menuju Turki yang berbatasan langsung dengan negara yang tengah dilanda perang sejak Maret 2011 itu. (san/zp)

Komentar

Berita lainnya