oleh

Nenek yang Pantang Menyerah Agar Tetap Bertahan Hidup

Nurlaila. (Foto: Nimas)
Nurlaila. (Foto: Nimas)

Kerasnya kehidupan di zaman sekarang membuat semua orang berlomba-lomba untuk tetap bertahan hidup . Berbagai cara mereka lakukan demi terciptanya hidup yang sejahtera. Sejahtera bukan berarti lebih, lantaran cukup, setidaknya itu yang tertanam di diri Nurlaila, seorang pedangang di Pasar Tradisional Musi, Depok, Jawa Barat.

Nurlaila, wanita berusia 63 tahun itu berdagang di sebuah lapak kecil yang hanya terdiri dari sebuah meja dan sebuah bangku. Lapaknya bahkan hampir tidak terlihat karena terhimpit dengan lapak-lapak yang lebih besar. Namun, hal itu tidak membuat Nurlaila bersikap pesimis, ia justru yakin dagangannya akan laku terjual.

BACA JUGA:  Hati-hati Jangan Jongkok di WC Duduk

Di lapak kecilnya, Nurlaila menjual telur puyuh mentah dan matang, teh rosella, serta teh jati asih. Tak disangka, dagangan yang sangat sederhana itu ternyata ia pesan langsung dari Jawa Tengah. Sudah sekitar dua puluh tahun ia berdagang di pasar itu dan setiap harinya ia berdangang dari subuh hingga menjelang siang.

BACA JUGA:  Pelaku Usaha Tak Taat Pembatasan Aktivitas Warga, Bakal Kena Denda 25 Juta

Keuntungan yang hanya berkisar Rp 10.000 sampai Rp 20.000 per hari, mau tidak mau harus Nurlaila syukuri, setidaknya itu cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Terlebih lagi ibu dari dua orang anak itu sudah lama bercerai dengan suaminya, sehingga Nurlaila harus menanggung beban ekonomi keluarganya seorang diri.

Ketika itu wajah Nurlaila terlihat sangat lelah, mungkin itu bawaan usia. Namun di balik itu semua, Nurlaila memiliki semangat yang sangat luar biasa. Semangat yang mungkin tidak dimiliki oleh pemuda-pemudi sekalipun.

BACA JUGA:  Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor Kelurahan Bojongsari Ditutup Sementara

“Daripada saya duduk-duduk saja di rumah, lebih baik saya jualan begini, lumyan untuk tambahan,” ujar Nurlaila bersemangat.

Ironi memang, terkadang keadaan membuat banyak orang melakukan suatu hal yang sebenarnya sudah tidak layak untuk dilalukan. Namun, sesulit apapun hidup, kita sebagai manusia harus bisa melaluinya. Satu kunci yang bisa membuat kita tetap bertahan hidup yaitu pantang untuk menyerah, seperti yang dilakukan Nurlaila.

Nimas Afridha Aprilianti

Komentar

Berita lainnya