oleh

Kecewa Atas Pelaksanaan One Hour Service And One Day Service

KECEWA. Menunjukan surat edaran kelurahan ke warga tentang pelaksanaan OHS-ODS yang tidak sesuai dari harapan. (Ysd)
KECEWA. Menunjukan surat edaran kelurahan ke warga tentang pelaksanaan OHS-ODS yang tidak sesuai dari harapan. (Ysd)

DEPOK (3/5) — Pelaksanaan One Hour Service and One Day Service pembuatan KTP dan KIA (Kartu Identitas Anak) pada tingkat kelurahan yang dilaksanakan secara langsung setiap hari Sabtu tanggal 9, 16, 23, dan 30 mulai dari pukul 09.00 -22.00 WIB  telah usai kemarin.

Namun kegiatan yang digagas Pemkot Depok melalui Surat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Depok No. 470/259 – Disduk tertanggal 5 April 2016 boleh dibilang gagal dan tak memenuhi rasa puas bagi warga yang mengurus ke kelurahan.

Seperti yang dialami salah seorang warga yang sudah membawa tiga anaknya untuk mengurus KIA  ke kelurhan mulai dari dari tanggal 23 dan 30 April 2016 hasilnya nihil bahkan kecewa atas pelayanan petugas di kelurahan.

BACA JUGA:  Lakukan Kegiatan Positif Agar Tak Gampang Stres

“Saya kesal dan kecewa atas pelayanan petugas kelurahan. Ketika saya datang tanggal 23 memang penuh, karena alasan alat fotonya rusak. Banyak warga yang balik untuk buat foto 2×3 anaknya. Melihat situasi seperti itu saya akan balik tanggal 30 April saja,” tukas Sandra, salah satu warga Kelurahan Rangkapan Jaya Baru.

Kemudian saat tanggal 30 April, Sabtu kemarin. Ibu Sandra dan ketiga anaknya kembali lagi pukul 15.30 WIB dengan harapan alat foto sudah diperbaiki dan antrian berkurang. Nyatanya sampai di kelurahan Rangkapan Jaya Baru, setelah memberikan berkas (Fotokopi KK, KTP suami/istri, buku nikah, dan surat pengantar RT/RW, red) petugas mengatakan tetap yang sama seperti minggu lalu, harus bawa foto anak 2×3 dan ditunggu sesuai jadwal.

BACA JUGA:  Idris Ajak Warga Depok Baca Qunut Nazilah dan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

“Lalu saya ke studio foto bawa anak-anak. Berkas sudah saya berikan. Sekembalinya  dari studio pukul 18.20 WIB  bersama anak-anak,  ternyata satu pun petugas di  kelurahan Rangkapan Jaya Baru sudah tidak ada. Kelurahan kosong. Saya kecewa, katanya jadwal sampai pukul 22.00 WIB. Mana keseriusan petugas kelurahan untuk menjalankan program ini?” kesal ibu Sandra kepada depokpos.com Senin malam (2/5).  (Getar)

Komentar

Berita lainnya